Cara Investasi Emas Agar Untung Maksimal

Logika paling sederhana untuk meraup keuntungan dari investasi emas yaitu membeli saat harga rendah untuk dijual saat harga naik. Ada tiga tips yang bisa dicoba.
Redaksi
Oleh Redaksi
2 Desember 2021, 14:18
Cara Investasi Emas Agar Untung Maksimal
PT SMA
Ilustrasi

Emas atau logam mulia merupakan salah satu bentuk investasi yang likuid dan tidak mudah tergerus inflasi. Karena itu emas menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat digemari.

Investasi emas, kedengarannya memang menyeramkan, namun nyatanya cukup sederhana. Beli sesuai anggaran saat harganya rendah, dan jual pada saat harganya naik. Sesederhana itu.

Namun dengan seiring perkembangan investasi dewasa ini, terkadang investasi menjadi lebih rumit. Tetapi, bukan berarti Anda tidak bisa mempelajarinya.

Cara Memulai Investasi Emas

Jika Anda berminat untuk berinvestasi emas, kenali cara memulai investasi yang baik dan benar seperti berikut ini agar tidak merugi di kemudian hari.

Advertisement

1. Tentukan Tujuan

Sebelum memulai segala sesuatu, Anda perlu memiliki tujuan. Jangankan untuk berinvestasi, segala hal butuh tujuan.

Bayangkan sebuah lomba lari namun tidak diketahui titik akhir yang menjadi tujuan. Akankah Anda bersemangat mengikuti lomba tersebut? Percayakah Anda bahwa Anda bisa mencapainya? Akankah ada motivasi dalam melakukannya?

Mengerjakan sesuatu tanpa sebuah tujuan memiliki kemungkinan gagal yang besar. Mengapa? Karena Anda seolah-olah mengerjakan sesuatu tanpa ada kepuasan akan pencapaian.

Dengan demikian, penting untuk menentukan tujuan terlebih dahulu sebelum Anda mulai berinvestasi emas. Pikirkan matang-matang, apa yang ingin dicapai dengan berinvestasi emas?

Tetapi jangan lupa untuk selalu menetapkan tujuan yang nyata, alias masuk akal. Tujuan yang mengawang-awang dan mustahil untuk dicapai hanya akan memadamkan semangat dalam meraihnya.

2. Tentukan Berapa Banyak Emas yang Harus Dikumpulkan

Setelah mengetahui tujuan dengan jelas, masuk ke tahap berikutnya, yaitu perencanaan. Perencanaan ini untuk menentukan berapa banyak emas yang harus dikumpulkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai contoh, anggaplah berinvestasi emas untuk dana pendidikan buah hati Anda yang akan mengemban pendidikan tinggi 10 tahun lagi. Anda perlu menghitung estimasi dana pendidikan yang dibutuhkan termasuk faktor inflasinya. Dengan demikian, akan diperoleh nilai yang harus dicapai pada 10 tahun mendatang.

Langkah selanjutnya adalah dengan membagi nilai tersebut dengan estimasi harga emas 10 tahun lagi. Jika tidak memungkinkan, bagilah dengan harga emas saat ini, namun berikan cadangan untuk menutupi jika ada kekurangan. (Dengan asumsi pesimis bahwa harga emas turun, namun kecenderungan harga emas adalah stabil naik).

3. Tentukan Berapa Banyak Emas yang Harus Dibeli per Periodenya

Kini saatnya menentukan berapa banyak emas yang harus dibeli per periode. Anggaplah satuan waktu yang digunakan adalah bulan, maka Anda perlu membagi jumlah emas yang tadi telah diperoleh dalam 120 bulan (10 tahun = 120 bulan).

4. Memikirkan Faktor Penyimpanan

Setelah memiliki rencana dan strategi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan dengan berinvestasi emas, Anda kini harus mulai melakukannya. Tetapi muncul kembali sebuah pertanyaan baru, mau disimpan di mana emas-emas tersebut? Ditaruh di bawah bantal? Risiko hilangnya tinggi.

Anda perlu mempertimbangkan dengan matang faktor penyimpanan ini agar emas aman dan mudah dijangkau. Beberapa cara menyimpan emas yang aman dan umum dilakukan adalah sebagai berikut:

Menyimpan Emas dengan Aman di Rumah

Anda sebenarnya bisa menyimpan emas di rumah selama aman. Misalnya, dengan menyimpan emas di lemari dengan kunci (lokasi kunci tidak diketahui siapapun selain Anda).

Tetapi ini merupakan cara lama yang hanya cocok jika jumlah emas tergolong sedikit. Jika emas banyak, sebaiknya pertimbangkan lokasi penyimpanan yang lebih aman dan kuat agar Anda bisa tenang saat bepergian dan tidak berada di rumah.

a. Menyimpan Emas di Brankas

Lemari bisa dengan mudah dibuka paksa oleh maling atau perampok. Sehingga, alternatif berikutnya adalah dengan menggunakan brankas. Tetapi jangan asal pilih brankas. Pilihlah yang berbahan dasar kuat, misalnya baja.

Dengan demikian, keamanan semakin tinggi karena tingkat kesulitan membobol brankas berbahan baja lebih tinggi daripada membobol lemari kayu berkunci.

b. Menyimpan Emas di Safe Deposit Box (SDB)

Safe Deposit Box atau biasa disingkat SDB merupakan sebuah layanan penyimpanan barang berharga yang umumnya disediakan oleh bank-bank ternama. SDB bisa disewa dengan harga dan luas bervariasi sesuai kebutuhan. Brankas SDB ini lebih kuat dan aman daripada brankas di rumah. Namun jangan lupa untuk memperbaharui sewa SDB setiap tahunnya.

c. Memanfaatkan Gadai Emas

Cara lain dalam mengamankan emas simpanan yaitu dengan gadai emas. Maksudnya, hanya sekadar menitipkan emas di pegadaian untuk kemudian ditebus. Cara ini sesuai jika Anda bepergian dalam waktu singkat, misalnya berlibur. Dengan demikian, Anda bisa bepergian dengan hati tenang.

5. Lakukan Tanpa Bantuan dan Campur Tangan Orang Lain

Tips terakhir adalah selalu lakukan semuanya sendiri. Mengingat ini adalah kepentingan pribadi, melibatkan orang lain hanya akan menimbulkan rasa iri dan bisa berujung negatif bagi Anda.

Meski orang lain menawarkan bantuan, selalu pantau dan jangan sembarangan mempercayakan investasi emas kepada tangan lain. Hanya dengan cara ini Anda bisa berinvestasi dengan baik dan benar.

Sebagai contoh, kini banyak MLM yang menawarkan emas dengan harga murah atau cashback luar biasa besar. Memang terdengar menarik. Namun Anda tidak akan pernah tahu apakah investasi sejenis itu bodong atau tidak. Jika tertipu, apa yang sudah Anda tabung bisa hilang begitu saja.

Tips Meraih Keuntungan dalam Investasi Emas

1. Beli Saat Murah, Jual Saat Mahal

Logika paling sederhana untuk meraup keuntungan dalam berinvestasi emas yaitu membeli saat harganya rendah untuk kemudian dijual saat harganya naik. Dengan demikian, Anda otomatis memperoleh keuntungan senilai selisih harga emas tersebut. Mudah, bukan?

Tetapi kenyataannya dibutuhkan analisis dan pemantauan mendalam agar tahu kapan harga emas akan naik dan kapan akan turun. Dengan demikian Anda berinvestasi dengan strategi, bukan sekedar nekat alias berjudi.

2. Emas untuk Kebutuhan

Tips kedua ini adalah langkah yang sudah diungkapkan sebelumnya. Jadi Anda akan memanfaatkan investasi emas untuk kebutuhan di kemudian hari.

Sebagai contoh, Anda bisa berinvestasi emas untuk kebutuhan dana pendidikan anak, dana pensiun, dana umroh, dan sebagainya. Pastikan perhitungannya sudah mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi harga seperti tren harga emas, faktor inflasi, dan sebagainya.

Lagi-lagi, Anda tidak perlu repot dalam menghitung kebutuhan emas setiap bulannya, hanya dengan menggunakan widget kalkulator “Dana untuk Membeli Barang” dari Finansialku, seluruh perhitungan akan muncul dengan cepat dan mudah.

Di sini emas bersifat mengamankan, di mana hasil atau keuntungan tidak langsung diperoleh saat itu juga, namun bisa dinikmati manfaatnya di masa depan. Dengan demikian, cara ini cocok bagi Anda yang lebih sabar dan tidak terburu-buru dalam berinvestasi.

3. Emas untuk Pengelolaan Aset

Cara untuk meraih keuntungan dari investasi emas yang ketiga adalah dengan memanfaatkannya untuk pengelolaan aset. Contoh kasusnya sebagai berikut:

Bapak A memiliki uang sebanyak Rp 300 juta dan berencana membeli sebuah mobil. Namun, daripada menggunakan uangnya untuk langsung membeli mobil, Bapak A memilih untuk membeli emas.

Emas tersebut kemudian digadaikan dan uang hasil penggadaiannya digunakan untuk membeli mobil. Dengan perhitungan yang tepat, Bapak A ini bisa mengambil keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Dengan kata lain bisa memanfaatkan emas untuk mengelola aset saat ini. Sehingga, Anda memperoleh aset dan keuntungan dari kenaikan harga emas. 

Sumber: Finansialku.com

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait