Bank Wakaf Mikro Show
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Image title
4 Januari 2020, 06:00

Foto: Bank Wakaf Mikro, Potret Pemberdayaan Ekonomi dari Pesantren

Tak hanya menjadi pusat ilmu agama Islam, pesantren bisa berperan sebagai penggerak perekonomian, seperti melalui Bank Wakaf Mikro atau BWM. Satu di antara yang menjadi proyek percontohan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu BWM Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar, di Sarilamak, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat.

OJK memilihnya karena lokasi yang strategis dan ekonomi masyarakat di sekitarnya potensial untuk dikembangkan. Berdiri pada 8 Mei 2018, saat ini BWM Al-Kautsar memiliki 415 nasabah yang tergabung dalam 23 Kelompok Usaha Masyarakat Pesantren Indonesia (Kumpi).

Kumpi ini beranggotakan ibu rumah tangga di Kecamatan Harau dengan total pinjaman yang telah digulirkan Rp 700 juta. Mereka mendapatkan pinjaman modal usaha secara berkelompok dengan minimal anggota 15 orang dan maksimal 25. Di antaranya untuk berdagang, bertani, dan beternak.

(Baca: Jokowi Banggakan Kredit Macet Rendah KUR dan Bank Wakaf Mikro )

Pinjaman diberikan tanpa jaminan serta tanpa bunga. Pembayarannya cukup dicicil sekali sepekan dengan jangka 40 kali angsuran pada kegiatan halakah mingguan. Selain untuk pencairan dan pengangsuran pinjaman, pada halakah itu digelar tausiyah.

Di sana mereka berikrar akan saling mengingatkan agar selalu berkata jujur, menepati janji, amanah, disiplin, dan saling membantu mengatasi kesulitan sesama anggota. Mereka juga berikrar untuk berkomitmen bersama suami meningkatkan kesejahteraan keluarga, mendidik dan menyekolahkan anak.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.