Pengawasan BPOM Jelang Nataru Show
Adi Maulana Ibrahim|KATADATA
Image title
23 Desember 2019, 20:35

Foto: Menjaring Pangan Berbahaya Menjelang Natal dan Tahun Baru

Mendekati Natal dan tahun baru, masyarakat diminta makin waspada terhadap peredaran produk pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan banyak bahan konsumsi tidak memenuhi ketentuan atau tak layak makan. Total nilainya Rp 3,97 miliar dari 1.152 sarana distribusi selama Desember 2019.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan penyisiran dan pengawasan oleh instansinya untuk mengantisipasi peredaran produk yang tidak memenuhi syarat. Hal ini sekaligus melindungi masyarakat atas produk berisiko bagi kesehatan.

Menurut Peny, produk pangan tersebut tersebar di distribusi pangan importir, distributor, dan grosir. Temuan ini dilacak oleh 33 Balai Besar POM di kabupaten atau kota seluruh Indonesia. Mereka juga melakukan intensifikasi pengawasan pangan secara mandiri maupun bekerja sama dengan berbagai lintas sektor terkait seiring meningkatnya konsumsi masyarakat.

(Baca: Jelang Natal, BPOM Temukan Makanan Tak Layak Senilai Rp 3,9 Miliar)

Permintaan yang meningkat umumnya terjadi pada bahan pokok kebutuhan sehari-hari, seperti air minum dalam kemasan dan tepung. Demikian pula dengan pangan sajian hari raya seperti aneka jenis minuman, makanan ringan, permen, dan sebagainya.

Sampai 19 Desember 2019 atau pada tahap ketiga, dilakukan pemeriksaan terhadap 2.664 sarana distribusi pangan di jalur ritel, importir, distributor, dan grosir. Hasilnya, 1.152 (43,24%) sarana distribusi tak memenuhi ketentuan karena menjual produk ilegal, rusak, dan kedaluwarsa. “Total ditemukan 188.7, 68 kemasan atau 5.415 item,” kata Penny K. Lukito.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.