Menuju Surabaya Kota Gas Show
ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Image title
Oleh Arief Kamaludin
19 Oktober 2019, 06:05

Foto: Geliat Ekonomi Rakyat dari Distribusi Gas Bumi

Aroma khas adonan menyebar sepanjang lorong di sebuah hunian padat kawasan Rungkut, Surabaya. Siang itu, sejumlah perempuan berdiri di depan deretan wajan sambil membolak-balikkan kulit kebab. Sementara yang lain mengemasnya untuk dikirim ke pelanggan.

Ini sekelumit kesibukan ibu-ibu di Kampung Kue, sebuah sentra usaha kecil dan menengah di Kota Pahlawan. Ekonomi di desa tersebut memang banyak bergantung pada jenis makanan ini. Ada bermacam pilihan kreasi, dari kue basah hingga kering.

Dengan aktivitas ekonomi ini, pemerintah ikut memajukan usaha warga di sana. Jaringan gas bumi PT Perusahaan Gas Negara mulai masuk sejak beberapa tahun lalu. Para pemilik usaha kue menyatakan proses produksi mereka tak terkendala bahan bakar lagi sejak menggunakan gas bumi, bahkan lebih hemat dibandingkan bahan bakar lainnya.

(Baca Juga: PGN Naikkan Harga Gas untuk Pelanggan Rumah Tangga)

Warga di sana yang tinggal di rumah susun merasakan hal sama ketika menggunakan gas bumi yang lebih efesien dan ramah lingkungan. Di Surabaya, sedikitnya 26.762 rumah tangga menikmati aliran gas bumi PGN.

Perusahaan pelat merah ini juga menyalurkan gas bumi ke pondok pesantren, rumah sakit, UMKM dan sejumlah pabrik industri. PGN telah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk melayani moda transportasi.

Selain Surabaya, PGN membangun jaringan gas bumi di sejumlah daerah. Hingga 2024, perusahaan akan mengembangkan distribusi sepanjang 500 kilometer, pipa transmisi 528 kilometer, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 Floating Storage Regasification Unit (FSRU), 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan di Indonesia.