Beralih Fungsi Show
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Image title
Oleh Ajeng Dinar Ulfiana
15 Oktober 2019, 06:05

Foto: Wajah Muram Mal-mal Legendaris di Jakarta

Bila sudah lama tak menginjakkan kaki di Mal Blok M, pengunjung yang datang ke sana bisa jadi terkaget-kaget. Kini sebagian selasar di kawasan perbelanjaan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu tak lagi disesaki dengan berjajaranya barang dagangan dari toko-toko busana, alas kaki, hingga pernak-pernik lainnya.

Mal yang dibangun pada awal 1990 saat Jakarta dipimpin Wiyogo Admodarminto ini sudah “berubah rupa”. Beberapa pertokoan beralih fungsi sebagai tempat pijat. Sebagian basment-nya menjadi bengkel kendaraan.

Sepinya pembeli membuat para pedagang tak mampu bertahan di salah satu mal legendaris di Ibu Kota ini. Ada pemandangan yang berubah. Tidak ada lagi maneken dengan kepala plontos berbaju warna-warni. Tidak ada lagi riuh pengunjung yang tengah tawar-menawar. Sebagian besar konsumen mulai beralih untuk berbelanja di toko daring (online).

Pamornya juga meredup sebagai area nongkrong seiring munculnya berbagai tempat hangout lain yang lebih hype dan kekinian.

Tak hanya Mal Blok M yang kondisinya seperti ini. Banyak pedagang di Mal WTC Mangga Dua, misalnya, mengalihkan tempat perbelanjaannya menjadi area bermain biliar, play station, hingga tempat jual unggas.

Dani, pengunjung di sana, menyatakan mal megah di kawasan Jakarta Barat tersebut sudah sepi. Bahkan, sebagian aliran listrik sengaja dimatikan. “Sekarang mal bukan lagi tempat berbelanja. Lobi mal beralih fungsi menjadi tempat bermain biliar dengan biaya Rp1.000 per koin,” ujar lelaki 45 tahun ini.