Limbah Minyak di Pantai Karawang Show
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Image title
Oleh Ajeng Dinar Ulfiana
30 Agustus 2019, 13:55

Foto: Pantai Karawang yang Makin Menghitam

Sebagian besar pantai di Karawang makin gelap. Bukan karena pasir hitamnya, tapi minyak mentah yang menyelimuti kawasan itu. Sejak terjadi tragedi tumpahan minyak karena kebocoran pada sumur pengebor YYA-I milik Pertamina Hulu Energi, Offshore North West Java (ONWJ), tak ada lagi warna hijau laut di banyak perairan utara Jawa Barat tersebut.

Beribu barel minyak mentah menggenangi laut Karawang sejak 12 Juli 2019. Menurut pejabat Pertamina, puncak kebocoran mencapai 3.000 barel per hari, angka prediksi sesuai dalam rencana produksi. Hingga pertengahan pekan ini, 15.278 barel minyak telah diangkat yang terkumpul dalam 2,5 juta karung shoreline.

Di Karawang, ada 11 desa yang tercemar minyak Pertamina, dari Sukajaya di ujung timur hingga Tanjung Pakis di ujung barat yang berbatasan dengan Bekasi, yang juga ikut terkena yakni Pantai Bakti dan Bahagia. Di Jakarta, sumber energi fosil ini menyergap 11 area yang berkumpul dalam gugus kepulauan seribu. Adapun di Banten, pencemarannya hinggap di Kabupaten Tangerang, Kabupaten dan Kota Serang, serta Kota Cilegon.

(Baca: Reportase: Kisah Nelayan Jadi Kuli Limbah Minyak Blok ONWJ di Karawang)

Pemerintah Kabupaten Karawang membentuk Tim Kompensasi atas kerugian warga pesisir yang tercemar bocoran minyak Pertamina. Tim dibentuk setelah perusahaan migas negara itu menyatakan kesiapan memberikan kompensasi kepada warga.

Meluasnya pencemaran ini juga telah berdampak pada tambak ikan petani sepanjang pantai Karawang Utara. Mereka terpaksa memanen lebih dini karena ikan-ikan yang berumur tiga pekan banyak yang mati mendadak. Para petani berharap ada campur tangan pemerintah agar mendapat ganti rugi yang sepadan.