Skybridge Tanah Abang Show
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Image title
Oleh Ajeng Dinar Ulfiana
24 Desember 2018, 06:00

Mempercantik Tanah Abang yang Semrawut dengan Skybridge

Tanah Abang, sebuah ikon lokasi jual-beli produk tekstil terbesar di Asia Tenggara, identik dengan kemacetan hampir setiap hari. Pedagang membeludak hingga memakan bahu jalan, menjadi momok bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di emper jalan ini, sebagian besar dari mereka adalah pedagang kaki lima.

Pada awal Agustus 2018, Pemprov DKI membangun Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang. Material kerangka jembatan 80 persen dikerjakan dua pabrik: PT Nikko Steel, yang terletak di Jalan Panongan Nomor 3 dan PT Spanbentondek Admara di Jalan Raya Serang. Rangka tersebut menggunakan sistem knock down.

Skybridge ini untuk memindahkan para pedagang kaki lima agar lebih rapi. Dan pada 7 Desember kemarin, jembatan penyeberangan multiguna yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, resmi digunakan.

(Baca: Anggap Rencana Penataan Tanah Abang Tak Jelas, Ombudsman Panggil Anies)

Sebanyak 446 PKL di sepanjang Jalan Jati Baru diboyong ke lapak-lapak yang sudah disiapkan PD Pembangunan Sarana Jaya tersebut. Sementara 159 PKL ditempatkan di Blok F karena keterbatasan tempat. Kios di skybridge 1,5 x 2 meter dengan retribusi mulai Januari 2019 sebesar Rp 500 ribu. Harga ini lebih murah bagi pedagang mengingat biasanya mereka menyetor Rp 2 juta ke preman saat menggelar lapak di badan jalan.

Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang terbagi dalam empat zonasi dimulai zona A, B, C, dan D dengan panjang 100 meter. Bagi para penumpang kereta commuter line yang akan melintasi skybridge disiapkan tujuh gate.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.