Gelombang Demo Buruh Tolak RUU Cipta Kerja Show
ANTARA FOTO/Arie Nugraha/NA/hp.
Image title
Oleh Adi Maulana Ibrahim
7 Oktober 2020, 11:47

Foto: Aksi Para Penolak Omnibus Law

Ribuan orang dari kalangan buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil secara serentak menggelar demonstrasi untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta kerja. Kemarin, mereka beraksi di kota-kota besar, seperti Bandung, Tangerang, Bogor, Bekasi, Solo, hingga Surabaya. Lautan massa itu menampik undang-undang yang baru disahkan DPR dalam rapat paripurna Senin (5/10) lalu.

Di Bandung, aksi mahasiswa terpusat di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Pada Selasa siang hingga sore, massa menggelar aksi teatrikal hingga bakar ban. Ribuan buruh di kota itu juga menggelar aksi serupa di depan Balai Kota Bandung. Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit Jinto meminta pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, menyebutkan dua juta buruh dari sekitar 10 ribu perusahaan di 25 provinsi akan mogok nasional di lingkungan perusahaan masing-masing pada 6 - 8 Oktober 2020.

Di Serang, Banten, ratusan buruh berdemo di depan kantor PT Parkland World Indonesia. Aksi ini hanya berlangsung sekitar 1,5 jam sejak pukul 07.00 WIB. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan bekerja di dalam perusahaan.

Di Bekasi, ribuan buruh melakukan aksi serupa yang terbagi di beberapa tempat. Ketua PPMI Serikat Pekerja se-Indonesia Kota dan Kabupaten Bekasi Heri Sopyan menyebutkan para buruh telah membubarkan diri sejak pukul 17.30 WIB.

Merespons aksi buruh, 1.117 personel gabungan TNI-Polri disiapkan untuk berjaga-jaga di wilayah Bekasi. Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Kav Anggoro mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 837 personel Polri dan 280 personel TNI.

Sementara itu, demonstrasi massa belum terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta. Namun Polda Metro Jaya menangani 17 pelajar SMA atau sederajat yang sedang berkumpul di sekitar Gedung DPR/MPR Jalan. Mereka dimintai keterangan oleh polisi.

Dalam merespons potensi demonstrasi di Ibukota, 9.236 personel gabungan disiagakan. Sepinya Jakarta dari demo besar tak lepas dari upaya polisi menyekat alias mengadang massa buruh yang hendak berunjuk rasa ke ibu kota sejak dari daerah asalnya.