Faiza, down syndrome dan Seni Show
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Image title
Oleh Adi Maulana Ibrahim
22 Maret 2021, 07:15

Foto: Down Syndrome Tak Menghalangi Faiza Meraih Aneka Prestasi

Memiliki gangguan genetik kromosom sehingga terlihat berbeda dari yang lain membuatnya kerap dipandang sebelah mata. Namun down syndrome ini tak membuat Faiza Yustian berdiam diri.

Perbedaan yang dimiliki tak menghalangi gadis 22 tahun ini mengembangkan kemampuan dalam bidang olahraga, musik, juga tari. Kedua orangtuanya pun dengan penuh semangat mendukung minat dan ketertarikan Faiza.

Kemampuannya telah mengantarkan dia menyabet posisi ketiga dalam kejuaraan Bocce -sejenis cabang olahraga bowling- pada Special Olympic Singapore pada 2017. Faiza juga pernah menjadi juara tiga kompetisi seni musik dalam bermain keyboard. 

Tak hanya itu, pada 2019, anak kedua dari dua bersaudara ini menjadi juara empat kategori Disabilitas Mental, Intelektual dan Multi Disabilitas dalam menyampaikan aspirasinya melalui Lomba Menulis Suara Anak Disabilitas yang digelar oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

Faiza mulai menekuni ketertarikannya dalam seni tari sejak empat tahun lalu. Semangatnya tak pernah luntur, bahkan dalam masa pandemi ia tetap mengikuti pembelajaran virtual dari rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Ia terus bergerak, menunjukan pada sekitarnya bahwa dengan kondisi down syndrome yang diidapnya tak membuatnya terbelakang. Faiza tetap mampu berprestasi dan memiliki hak berpartisipasi seperti yang lain.