Aksi Boikot Olimpiade Beijing 2022 Show
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Image title
26 Juni 2021, 06:00

Foto: Krisis Uyghur dan Seruan Boikot Olimpiade Beijing 2022

Tahun depan, Olimpiade musim dingin akan digelar di Cina. Atas rencana ini, Amerika Serikat menyerukan penolakannya. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyatakan hendak boikot Olimpiade Beijing yang bakal dilaksanakan pada Februari 2022 itu. Rupanya penolakan ini meluas.

Selama tiga hari, protes global terkait Olimpiade Beijing digelar serentak pada 23 - 25 Juni 2022 di 50 kota di empat benua, dari Buenos Aires hingga New Delhi. Di Jakarta, Indonesia Save Uyghur mendatangi kantor Kementerian Pemudan dan Olahraga.

Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah berhenti diam dan mendorong berbicara menentang genosida pada muslim Uyghur di Xinjiang, Cina. Mereka menilai Olimpiade yang seharusnya menjadi simbol global harmoni dan perdamaian justru diadakan di Tiongkok, negara yang bermasalah dalam pelanggaran hak asasi manusia dan anti demokrasi. Kareana itu, mereka menuntut Kemenpora untuk memboikot Olimpiade Beijing 2022.

Selain menyerukan penolakan Olimpiade Beijing 2022, masa meminta pemerintah untuk bersuara mengenai keadaan di Tiongkok, berbagai pelanggaran dari Xinjiang sampai Hongkong.
Bukan hanya demi kemanusiaan bagi warga Tiongkok tanpa pandang etnik dan agama, juga keamanan dan ketenangan di kawasan Asia Tenggara.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.