Melihat Panarukan yang Perlahan Terlupakan Show
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Image title
18 Agustus 2021, 06:30

Jelajah Jalan Raya Pos: Sisa Kolonial di Panarukan Perlahan Terlupakan

Terik matahari menemani perjalan tim Jelajah Jalanan Raya Pos di titik 1.000 kilometer Panarukan, Situbondo. Dulu, pada awal September 1808, Herman Willem Daendels memerintahkan F. Rothenbuhler untuk melanjutkan pembangunan Jalan Raya Pos hingga wilayah Ujung Timur (Oosthoek). De Groote Postweg untuk memacu pertumbuhan ekonomi wilayah yang berpotensi menghasilkan komoditas tinggi, seperti kopi, gula dan nila.

Bagunan-bangunan tua peninggalan jaman kolonial di daerah tersebut telihat jelas. Seperti di Stasiun Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. Ada pula Pelabuhan Panarukan yang diyakini memberikan peluang besar bagi pendaratan pasukan Inggris pada masanya.

Kini hampir tidak ada jejak-jejak pembangunan era kolonial di pelabuhan, yang dulu memiliki potensi menjadi pelabuhan ekspor di sekitar selat Madura. Halimah (35) warga Panarukan yang tinggal di Gedung Eks Stasiun Panarukan mengatakan masa jaya orang tuanya tinggal kenangan.

"Dulu bapak saya cerita, kalo sakit sering ke sini, cuma untuk mendengar palang pintu kereta api yang sibuk mengangkut barang-barang hasil panen di Besuki," kata Halimah kepada Katadata, Senin (16/8/2021). Besuki sebuah daerah yang berada tak jauh dari titik 1000 kilometer Jalur Daendels yang mebentang dari Anyer hingga Panarukan.

Kini, masyarakat setempat tinggal sedikit yang bertani dan lebih memilih untuk berjualan dengan cara membuka warung-warung kelontong. Profesi lain menjadi nelayan ikan-ikan kecil. Beny (45), seorang nelayan, mengatakan tak banyak peluang untuk berusaha," kata Beny saat ditemui di Pelabuhan seuasi memilah ikan-ikan kecil dari kapalnya.

Di lain sisi, terlihat semakin dilupakannya riwayat sejarah pertumbuhan ekonomi di wialayah itu. Misalnya, eks stasiun, gudang, dan ikon-ikon lain hanya tersisa bangunaan yang penuh kerusakan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.