Trump Sebut Punya Bukti Corona Berasal dari Laboratorium Tiongkok

Image title
1 Mei 2020, 13:09
Trump meyakini virus corona berasal dari laboratorium virologi di Tiongkok.
ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/AWW/dj
Leah Millis Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan saat rapat dengan eksekutif bidang kesehatan di Cabinet Room Gedung Putih, di Washington, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2020). Trump meyakini virus corona berasal dari laboratorium virologi di Tiongkok.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini virus corona mungkin berasal dari sebuah laboratorium virologi Tiongkok.  Namun  ia menolak menjelaskan buktinya.

Pernyataan ini disampaikan Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, kemarin (30/4) seperti dilansir Reuters. Ketika ditanya apakah ia telah melihat langsung bukti laboratorium virologi Tiongkok itu, Trump menyatakan "ya, ya, sudah."

"Saya tidak bisa mengatakannya kepada Anda. Saya tidak diperbolehkan memberitahu Anda soal itu," imbuhnya.  

Tak pelak pernyataan Trump meningkatkan ketegangan dengan Beijing mengenai asal mula virus covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 3 juta jiwa di seluruh dunia.Institut Virologi Wuhan yang mendapat dukungan pemerintah Tiongkok,membantah tuduhan tersebut. 

(Baca: Telepon Donald Trump, Jokowi Minta AS Sumbangkan Ventilator)

Alih-alih mendapat dukungan dari dalam negeri, pejabat AS lainnya justru meremehkan dugaan Trump. Banyak ahli yakin virus tersebut bersumber dari sebuah pasar satwa liar di Wuhan dan menular dari hewan ke manusia.

Presiden Republikan itu memang terlihat semakin frustrasi dalam beberapa pekan belakangan atas pandemi corona yang  telah menelan puluhan ribu nyawa di AS, merusak ekonomi sekaligus mengancam peluangnya menang dalam pilpres November mendatang.  Sebelumnya ia mengatakan pemerintahannya sedang berupaya menentukan apakah virus corona bersumber dari laboratorium Wuhan.

Pernyataan Trump muncul setelah terbit laporan media bahwa virus itu mungkin saja merupakan sintesis buatan di sebuah laboratorium dukungan pemerintah Tiongkok, atau mungkin bocor dari fasilitas semacam itu.

(Baca: Trump Bakal Borong Minyak Untuk Cadangan Penyangga, Apa Fungsinya?)

Terlepas dari pernyataan Trump kali ini, hubungan AS dan Tiongkok memang memanas selama masa pandemi. Keduanya saling tuduh sebagai penyebar virus corona di dunia.  

Beijing pernah menyebut militer AS berpotensi membawa virus corona ke Tiongkok. Sebuah pernyataan yang direspons Trump dalam wawancara di gedung putih kemarin dengan mengatakan Tiongkok tak memberi peringatan kepada dunia secara tepat waktu dan terbuka soal risiko virus corona.

Trump mengatakan bahwa Tiongkok mungkin saja tidak menghentikan penyebaran virus corona atau membiarkannya menyebar. Namun, ia menolak mengatakan apakah akan meminta pertanggungjawaban Presiden China Xi Jinping atas apa yang menurutnya sebagai infomasi salah soal kemunculan virus corona.

Saat wawancara sehari sebelumnya (29/4), Trump mengatakan kepada Reuters bahwa ia sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk membuat Tiongkok menerima akibat atas virus tersebut. "Banyak yang bisa saya lakukan," ucapnya.

(Baca: Saran Bill Gates Agar AS Terhindar dari Gelombang Kedua Pandemi Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait