Sudah 162 Ribu PMI Pulang Imbas Covid-19, BP2MI Ungkap Travel Gelap

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan selama pandemi covid-19 sudah mengurusi kepulangan sampai 162 ribu PMI.
Image title
28 Juni 2020, 12:15
Ilustrasi pemulangan pekerja migran Indonesia. BP2MI sudah pulangkan 162 ribu PMI.
ANTARA FOTOFoto/Agus Setiawan/aww.
Ilustrasi pemulangan pekerja migran Indonesia. BP2MI sudah pulangkan 162 ribu PMI.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan selama pandemi covid-19 sudah mengurusi kepulangan sampai 162 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Badan ini juga menemukan travel gelap yang mengambil keuntungan dari kepulangan PMI ke Tanah Air.

"Saya pernah lapor ke Pak Moeldoko (Kepala Kantor Staf Kepresidenan), bahwa ada travel gelap masuk ke wilayah Wisma Atlet," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam video conference pada Minggu (28/6). Wisma Atlet merupakan tempat karantina pasca pemulangan dari negara asal migran sebelum pulang ke kampung halaman.

Benny mengatakan, modus travel gelap ini adalah dengan mengiming-imingi pemulangan PMI ke kampung halaman. Namun, di tengah jalan para PMI dipaksa membayar dengan harga yang di luar batas wajar. 

"Kelompok ini ingin memanfaatkan kepulangan PMI sebagai bisnis kotor. Mereka arahkan agar PMI gunakan jasa travel tertentu. Kami sudah mengimbau agar PMI hati-hati dan tidak gunakan jasa travel tertentu," kata Benny.

Advertisement

(Baca: Menperin Sebut Defisit Tenaga Kerja Pada 2024 Capai 2,5 Juta Orang)

Benny menyatakan juga menerima laporan satu kasus pemaksaan penukaran uang dolar yang dimiliki PMI ke rupiah di tengah perjalanan pulang menggunakan jasa travel gelap ini.  Hal ini cukup disayangkan mengingat, kata dia,  pemerintah memfasilitasi kepulangan PMI sampai ke kampung halamannya setelah menjalani masa karantina secara gratis.

Benny mengaku sudah berkoordinasi dengan Kantor Staf Kepresidenan dan Pangdam Jayakarta untuk mempersempit ruang gerak dari travel gelap itu. "Kami tidak memberi ruang," kata dia. 

Sejauh ini Benny mengatakan pemulangan PMI dilakukan melalui koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Meski begitu, ke depan menurutnya akan ada tambahan lagi sebanyak 50.114 PMI yang pulang ke Tanah Air.

Benny menyatakan para PMI pulang dengan pelbagai alasan, seperti  masa kontrak kerja yang habis dan tidak diperpanjang lagi atau mengalami permasalahan lain. "Mereka harus diantar sampai kampung halaman," kata dia.

Selama pemulangan, Benny menyatakan BP2MI tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebelum masuk ke wilayah demarkasi, PMI terlebih dahulu menjalani tes covid-19. Mereka kemudian menjalani masa karantina sesuai wilayah masuknya.  Wilayah masuk yang telah ditentukan adalah Jakarta, Bali, dan Batam. Apabila PMI masuk ke Jakarta, maka akan dikarantina di Wisma Atlet.

(Baca: Upah Makin Kompetitif, RI Berpeluang Dipilih AS untuk Relokasi Pabrik)

Dalam kesempatan sama, Gakkum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Laksamana R Eko Suyatno menyatakan terus memantau proses kepulangan PMI. Pemantauan dilakukan mulai rencana kedatangan sampai tiba di Indonesia, khususnya di titik demarkasi. Bagi para PMI yang terbukti positif covid-19, maka akan segera ditempatkan di rumah sakit darurat. Salah satunya adalah di rumah sakit khusus covid-19 di Pulau Galang, Batam. 

"Sekarang sample PCR dikarantina di hotel penampungan di Wisma Atlet," kata dia.  

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan Human Rights Working Group (HRWG) bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), dan Jaringan Buruh Migran (JBM) periode 21-30 April 2020 menyatakan 54% PMI buruh pabrik dan konstruksi seperti di Arab Saudi dan Malaysia tak mendapat gaji selama pandemi. Sementara 95% PMI di Singapura dan Hong Kong tak mendapatkan upah lembur meskipun bekerja dengan beban ganda dan perampasan hak libur. 

(Baca: 34.300 Pekerja Migran Diprediksi Pulang ke Indonesia pada Mei-Juni)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait