Kekecewaan Bill Gates ke Media Sosial & Upayanya Temukan Vaksin Corona

Bill Gates menyebut perusahaan media sosial berkontribusi menyebarkan ide-ide gila terkait corona. Salah satunya konspirasi terkait vaksin.
Image title
7 Juli 2020, 12:25
Ilustrasi. Bill Gates menyebut perusahaan media sosial berkontribusi menyebarkan ide-ide gila terkait corona. Salah satunya konspirasi terkait vaksin.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Bill Gates menyebut perusahaan media sosial berkontribusi menyebarkan ide-ide gila terkait corona. Salah satunya konspirasi terkait vaksin.

Pendiri Microsoft Bill Gates menyalahkan perusahaan media sosial atas konspirasi terkait dirinya selama pandemi virus corona. Menurutnya hal itu membuat upaya penanggulangan penularan flu jenis baru terkendala dan menyebabkan kasus positif di Amerika Serikat (AS) tinggi.

Perusahaan media sosial yang disebut Bill adalah seperti Facebook dan Twitter. Dalam sebuah wawancara dengan majalah bisnis Fast Company Sabtu (4/7) lalu, ia menyatakan, “sayangnya, alat-alat digital itu menjadi jejaring kontibutor untuk menyebarkan sesuatu yang menurut saya adalah ide-ide gila.”

Bill menyebut konspirasi yang menyasar dirinya “sedikit mengerikan.” Terlebih konspirasi terkait vaksin yang dikaitkan dengan upayanya melakukan depopulasi. Hal ini menurutnya berpeluang menggagalkan upaya menghentikan penularan virus corona, karena akan berpengaruh pada tingkat penggunaan vaksin.

“Anda sedang diarahkan ke disinformasi macam ini,” kata Bill.

Advertisement

(Baca: Garap Peluang di Tengah Corona, Sociolla Dapat Pendanaan Rp 828 M)

Selain teori-teori konspirari terkait dirinya, Bill menyebut ide gila yang berkembang di media sosial adalah anjuran untuk tak memakai masker sebagai wujud kebebasan. Padahal, menurutnya memakai masker adalah salah satu cara menghindari penularan corona yang murah.

Bill menyoroti kepatuhan warga AS yang menurut catatannya lebih rendah dari negara lain. Fakta ini menurutnya cukup disayangkan mengingat kemudahan menemukan masker di negara Paman sam dan untuk menggunakannya tak susah.

Bill pun mempertanyakan, “dapatkah perusahaan media sosial lebih membantu terkait isu corona? Kreativitas apa yang kita miliki?”

(Baca: Bill Gates Prediksi Vaksin Corona Baru Tersedia Tahun Depan)

Raksasa media sosial Facebook pun telah menanggapi kemarahan Bill. Juru Bicara perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini menyatakan telah melakukan sejumlah inisiatif untuk membantu menangani krisis global corona.

Melansir Fox News, Juru Bicara Facebook menyatakan, “sejak Januari kami telah bekerja secara erat dengan organisasi kesehatan seperti CDC, untuk menghubungkan orang-orang kepada informasi akurat terkait covid-19 dan kami akan terus melakukannya lebi banyak.”

Salah satu cara yang dilakukan Facebook, menurutnya, adalah dengan mendeteksi hoaks dan misinformasi secara agresif dengan menerapkan label. Cara lainnya adalah dengan menghapus konten yang berpotensi membahayakan.  

Twitter belum merespons kemarahan Bill sampai saat ini. Namun, platform ini memiliki pula kebijakan menerapkan label pada cuitan yang mengandung disinformasi terkait virus corona. Salah duanya adalah kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden Brazil Jair Bolsonaro.

Tetap Peringatkan Bahaya Corona dan Kembangkan Vaksin

Meskipun disasar konspirasi, Bill tetap memperingatkan bahaya virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang secara global. Pada 30 Juni lalu, melansir CNN, ia menyatakan potensi peningkatan kasus di AS sangat besar saat musim dingin.

Sementara, menurutnya, pemerintah AS belum efektif menekan penyebaran corona dan menganggap upaya-upaya pencegahan seperti kampanye menggunakan masker sebagai satu hal politis. Misalnya Trump yang sempat menentang penggunaan masker.

Bill pun tetap berkomitmen untuk menemukan vaksin corona. Melansir Reuters akhir Juni lalu, Bill & Melinda Gates Foundation menudukung upaya pembuatan vaksin oleh perusahaan Jerman bernama Curevac. Perusahaan ini mengembangkan vaksin dengan metode pendekatan messenger RNA.

Messenger RNA adalah untai tunggal yang dapat diproduksi dalam proses biokomia sederhana berkat pola molekulernya. Selain itu prosesnya juga tak memerlukan modifikasi genetik sel hidup, sehingga bisa memicu respon imun tanpa harus meginfeksi manusia dengan virus.

Keunggulan itu lah yang menurut Bill, “sangat menjanjikan untuk menanggulangi pandemi dan penyakit lainnya.” Ia mengaku telah mengidentifikasi potensi vaksin metode in sejak 2015 lalu.

(Baca: Kelompok Dagang AS Desak Trump Realisasikan Perjanjian dengan Tiongkok)

Selain Bill, Curevac juga mendapat dukungan dari Pendiri Tesla, Elon Musk. Pada 2 Juli lalu melalui akun Twitter pribadinya ia menyatakan telah membuat kesepakatan dengan pabrik itu untuk membuat printer RNA molekuler portabel atau mikrofaktori RNA guna membantu menghasilkan dosis calon vaksin corona.

Bill juga menyebut dua vaksin lain yang menjanjikan, yakni buatan Astrazaneca dengan Universitas Oxford dan Johnson & Johnson. Vaksin buatan keduanya menggunakan vector adenovirus yang berdasarakan data hasil uji coba ke hewan terlihat menjanjikan.

Total Bill & Malinda Gates Foundation, melansir BBC, menjanjikan dana sebesar US$ 100 juta untuk melawan corona, termasuk untuk pengembangan vaksin. Ia pun berharap uang jumlah besar tersebut tak sia-sia dan vaksin lekas ditemukan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait