15 Kampus Masuk Klaster Pertama Kemendikbud, IPB Ungguli UI

IPB mendapat nilai teratas klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia. Mengungguli UI dan UGM yang berada di posisi kedua dan ketiga.
Image title
18 Agustus 2020, 13:00
Ilustrasi. IPB mendapat nilai teratas klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia. Mengungguli UI dan UGM yang berada di posisi kedua dan ketiga.
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.
Ilustrasi. IPB mendapat nilai teratas klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia. Mengungguli UI dan UGM yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi 2020, Senin (17/8). Terdapat 15 perguruan tinggi yang masuk klaster pertama setelah dinilai dengan pelbagai indikator. Institut Pertanian Bogor (IPB) menempati urutam pertama, mengungguli Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menyatakan klasterisasi bertujuan menjadi landasan pengembangan perguruan tinggi. Khususnya meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Di samping itu, kata Nizam, klasterisasi berutujuan memberi informasi kepada publik terkait kualitas perguruan tinggi. "Pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya,” katanya dikutip dari situs resmi Dikti, Selasa (18/8).

Nizam menyatakan, klasterisasi dilakukan berdasarkan peniliaian terhadap empat aspek utama. Pertama, mutu sumber daya manusia dan mahasiswa. Kedua, pengelolaan kelembagaan. Ketiga, capaian kinerja jangka pendek. Keempat, capaian kinerja jangka panjang.

Pada aspek pertama, indikator yang digunakan adalah persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan.

Untuk aspek kedua, ada 9 indikator yang beberapa di antaranya akreditasi institusi, akreditasi program studi, pembelajaran daring, kerja sama perguruan tinggi, dan jumlah mahasiswa yang mengikuti program merdeka belajar.

Lalu, pada aspek ketiga indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, dan kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang memperoleh akreditasi internasional.

Sementara, indikator yang digunakan pada aspek keempat antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi atau kutipan per dosen, jumlah paten per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

“Setiap indikator memiliki bobot terhadap nilai kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan,” kata Nizam.

Tak Ada Dikotomi PTN dan PTS

Sebanyak 2.136 perguruan tinggi dinilai dalam proses klaterisasi tahun ini. Hasilnya, 15 perguruan tinggi berada di klaster pertama, 34 perguruan tinggi di klaster kedua, 97 perguruan tinggi di klaster ketika, 400 perguruan tinggi di klaster keempat, dan 1.590 perguruan tinggi di klaster kelima.

Nizam menyatakan, tak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam klasterisasi tersebut. Penilaian dilakukan secara sama terhadap seluruh aspek. Ia menyatakan, “kuncinya tetap berada pada kepemimpinan dan sinergi civitasnya.

“Selama rector perguruan tinggi bisa membangun sinergi, maka hal itu merupakan kekuatan utnuk mewujudkan visi dan misinya dalam membawa seluruh civitas akademika meningkatkan kualitasnya,” kata Nizam.

Jumlah perguruan tinggi yang berada di klaster pertama, kata Nizam, meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 13 institusi. Hal ini membuktikan perguruan tinggi terus meningkatkan kualitasnya. Meski begitu, ia berharap perguruan tinggi tak lekas berpuas diri.

“Perguruan tinggi yang sudah maju akan kami dorong untuk berlari lebih kencang, bagi yang berada di bawah mereka akan kami berikan pembinaan khusus,” kata Nizam.

Berikut adalah daftar 15 perguruan tinggi yang berada di klaster pertama:

 Terkait hal ini Rektor IPB Profesor Arif Satria menilainya sebagai hasil kerja sama semua civitas akademika di kampusnya. Ia pun mengapresiasi kerja keras tenaga pegajar dan segenap pimpinan IPB yang selama ini terus berusaha meningkatkan kualitas.

“Prestasi ini harus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk memberi yang terbaik bagi bangsa ini,” kata Arif, seperti dilansir Kompas.com, Selasa (18//8).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait