Penjualan Huawei dan Apple Melonjak di Pasar Tiongkok Saat Corona

Penjualan Huwaei dan Apple meningkat di tengah anjloknya pasar ponsel di Tiongkok pada kuartal II 2020.
Image title
31 Juli 2020, 14:24
Ilustrasi. Penjualan Huwaei dan Apple meningkat di tengah anjloknya pasar ponsel di Tiongkok pada kuartal II 2020.
123RF.com
Ilustrasi. Penjualan Huwaei dan Apple meningkat di tengah anjloknya pasar ponsel di Tiongkok pada kuartal II 2020.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Dua raksasa ponsel pintar Huwaei dan Apple menikmati pertumbuhan penjualan di pasar Tiongkok. Penjualan keduanya tercatat meningkat pada kuartal II 2020 ini justru ketika pasar posel pintar di negara Tirai Bambu sedang menyusut.

Melansir Reuters, Huwaei memasarkan 40,2 juta perangkat pada kuartal II 2020. Angka ini lebih tinggi 8% dari periode sama tahun sebelumnya. Akibat penjualan ini, pangsa pasar perusahaan menjadi 44% dan dominan di Tiongkok.

Sementara penjualan Apple di Tiongkok meningkat 35% year on year (yoy). Total penjualannya mencapai 7,7 unit. Meskipun begitu, penjualannya hanya mencapai 8,5% dari total pasar.

Peningkatan penjualan kedua merek tersebut berbanding terbalik dengan Vivo, Oppo, dan Xiaomi. Masing-masing mengalami penurunan 13%, 19%, dan 19% di pasar Tiongkok pada kuartal II 2020.

Meski kedua perusahaan tersebut mengalami peningkatan penjualan, tapi secara keseluruhan pasar ponsel pintar di Tiongkok terkontraksi. Angka total penjualan ponsel pintar sebanyak 97,6 juta unit di kuartal II 2020. Menurun 7% dari tahun sebelumnya.

Kontraksi ini menunjukkan masyarakat masih mengetatkan konsumsinya, meskipun pertumbuhan ekonomi mulai terlihat. Setelah pemerintah Tiongkok melonggarkan lockdown atau karantina wilayah, mereka masih menunda untuk membeli ponsel baru.

Dari total penjualan tersebut, ponsel 5G generasi terbaru mencapai hampir setengahnya. Totalnya mencapai 39 juta unit atau naik 260% dibandingkan kuartal I 2020.

Besarnya penjualan ponsel 5G tersebut, analis dari Canalys, Louis Liu, lantaran merek-merek lokal mendorong penetrasi 5G dalam portofolionya untuk mendukung upaya operator mengalihkan pengguna dari 4G.

Sampai Juli, menurut Liu, pelanggan operator 5G di Tiongkok telah mencapai 100 juta orang. “Huwaei bertujuan untuk menjadi merek utama 5G di Tiongkok. Portofolio 5G-nya melebihi 60% dari total pengirimannya di kuartal II,” katanya.    

Meskipun dominan di Tiongkok, Huwaei saat ini masih terjebak sengketa dengan pemerintah Amerika Serikat. Pada Mei, Departemen perdagangan Paman Sam membatasi pasokan ponsel pintar 5G Huwaei. Analis pun menilai kebijakan tersebut bila dilaksanakan dapat menurunkan penjualan chip dan telepon genggam Huawei di seluruh dunia.  

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait