Profil Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

Doni Primanto Joewono memulai karier di Bank Indonesia pada 1991. Ia telah menduduki sejumlah jabatan sebelum terpilih sebagai Deputi Gubernur BI .
Image title
Oleh Muhammad Ahsan Ridhoi
13 Juli 2020, 17:16
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga kandidat De
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI yakni Aida S Budiman, Juda Agung dan Doni Primanto Joewono untuk menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya akan berakhir pada 17 Juni 2020.

Komisi XI DPR RI telah mengumumkan hasil uji kelayakan terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), hari ini (13/7). Doni Primanto Joewono dinyatakn terpilih mengemban jabatan itu untuk periode 2020-2025 menggantikan Erwin Rijanto.

“Sudah terpilih, musyawarah dan mufakat ke Pak Doni,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganindito kepada Katadata.co.id, Senin (13/7).

Pengambilan keputusan secara mufakat ditempuh DPR setelah sempat menunda pemungutan suara atau voting pada Rabu (8/7) lalu. Bahkan hingga tadi pagi para anggota Komisi XI belum bisa menetapkan mekanisme pengambilan keputusan apakah melalui musyawarah mufakat atau voting.

(Baca: Lewat Mufakat DPR Pilih Doni Primanto Joewono Sebagai Deputi Gubernur BI)

Sebelum terpilih, Doni menjalani uji kelayakan pada 8 Juli lalu. Selain dirinya, Komisi XI DPR juga menguji dua nama lain yang diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Aida Budiman dan Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung.

Bagaimana profilnya?

Doni saat menjalani uji kelayakan menjabat sebagai Direktur Ekeskutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia BI. Ia memulai kariernya di Bank Sentral pada 1991 sebagai staf di Departemen Pengelolaan Moneter sampai 1996. Kemudian ia beralih jabatan menjadi peneliti ekonomi junior di departemen yang sama sampai 2000.

Kariernya berlanjut sebagai peneliti ekonomi di Departemen Pengelolaan Moneter (2000-2002). Ia lantas menjabat Deputi Kepala Bagian Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter (2002-2005), Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Departemen Statisitik Ekonomi dan Moneter (2005), dan Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Kantor BI Semarang (2005).

(Baca: Gubernur Babel dan DPD Gugat Raibnya Wewenang Daerah di UU Minerba ke MK)

Doni pun sempat menjadi Peneliti Ekonomi Senior di Kantor Perwakilan BI London, Inggris. Di sana ia bertugas selama lebih kurang dua tahun dari 2005 sampai 2007. Saat pulang ke Indonesia ia kembali bertugas di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2008-2010).

Selain itu, Doni juga pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI di Solo selama lebih kurnag setahun dari 2012 sampai 2013. Ia pun pernah menjabat Kepala Perwakilian BI di Provinsi DKI Jakarta (2015-2018) dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2018-2019).

Dengan seluruh jabatan tersebut, bisa dikatakan Doni berpengalaman pada bidang ekonomi dan keuangan regional, sistem keuangan, manajemen intern, sektor riil dan UMKM, serta strategi organisasi dan manajemen Sumber Daya Manusia.

(Baca: Survei BI: Penjualan Retail Juni Membaik Meski di Fase Kontraksi)

Doni pun banyak terlibat dalam membangun sistem pengelolaan moneter, seperti mempersiapkan penerbitan obligasi pemerintah, membangun sistem lalu lintas devisa (LLD), dan mengoordinasikan penyelenggaraan Rakornas Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Pada 2012 dan 2018, Doni pernah mendapat pengharagaan TPID terbaik. Masing-masing di Solo dan Jakarta. Ia juga tercatat telah mengikuti pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) pada 2018.

Doni lahir di Surabaya pada 24 Februari 1965. Ia menempuh studi sarjana di bidang ekonomi dan studi pembangunan di Universitas Sebelas Maret pada 1988. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia jurusan administrasi dan meraig gelar master pada 2004.

 

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait