Kuota BBM Jebol, Pemerintah Tak Akan Minta Tambahan ke DPR

Pemerintah memastikan tidak akan menambah kuota bahan bakar minyak BBM bersubsidi yang dipastikan jebol di akhir tahun Pemerintah tak akan meminta tambahan subsidi kepada DPRMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Sudir
Nur Farida Ahniar
4 Desember 2014, 13:07
BBM Subsidi KATADATA | Arief Kamaludin
BBM Subsidi KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ?  Pemerintah memastikan tidak akan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dipastikan jebol di akhir tahun. Pemerintah tak akan meminta tambahan subsidi kepada DPR.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan berdasarkan perhitungan sementara, kelebihan kuota BBM tak begitu besar. Menurut dia, Pertamina tetap bersedia menyalurkan BBM bersubsidi.

"Pertamina akan mendapatkan tugas dari pemerintah untuk tetap menyediakan BBM dengan harga subsidi," ujar Sudirman di Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (3/12) malam.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menghimbau masyarakat tak perlu khawatir dengan ancaman berlebihnya kuota subsidi BBM. Dia memastikan BBM bersubsidi tetap akan tersedia hingga akhir tahun.
"Pertamina akan menjual BBM degan harga subsidi sampai akhir tahun. Kuota tidak bisa jebol," ujarnya.

Advertisement

Pemerintah akan bertanggungjawab atas tanggungan Pertamina itu. "Itu urusan pemerintah. Subsidi tetap ketentuan undang-undang. Ada kuota harus dihormati," tutur Sofyan. 

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjamin tidak ada pelanggaran yang dilakukan melalui langkah tersebut. Dia menegaskan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun tetap sesuai dengan undang-undang yakni sebesar 46 juta kilo liter.

Menurut dia pemerintah dan Pertamina telah memperhitungkan dampak kondisi keuangan perusahaan plat merah itu. Namun menurutnya kelebihan kuota hingga akhir tahun akan berada di bawah besaran perhitungan Pertamina sebelumnya.

Sebelumnya, mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan jika harga BBM naik,  maka defisit kuota BBM hanya 1,6 juta kiloliter. Sedangkan jika harga BBM tak dinaikkan defisit kuota BBM akan mencapai 1,9 juta kiloliter. (Baca: Harga BBM November Naik, Kuota BBM Masih Jebol)

Terkait target lifting, Sudirman mengusulkan penentuan target lifting sebaiknya tak melalui DPR namun berdasarkan kajian yang realistis. "Di sidang kabinet saya menyatakan ke Presiden apakah boleh saya menyatakan tradisi baru. Target lifting itu  bukan didasari keputusan senayan tapi kajian yang realistis," katanya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (3/12).

Menurut dia selama ini proses penentuan target lifting melalui DPR membuat celah bagi masuknya mafia bermain. Dia juga berharap dengan usulan tersebut maka target lifting dapat tercapai. Mengingat selama ini target lifting tidak pernah tercapai.

Untuk tahun ini saja target lifting diprediksi tidak tercapai. Sampai saat ini lifting sebesar 794.000 barel per hari. Padahal target yang ditetapkan dalam anggaran negara tahun ini adalah mencapai 818.000 barel per hari.

Reporter: Petrus Lelyemin, Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait