BI Rate Naik, Bank Pilih Pertahankan Bunga Simpanan

Perbankan masih memantau kondisi pasar sebelum melakukan perubahan kebijakan
Nur Farida Ahniar
21 November 2014, 12:15
perbankan
KATADATA/ Donang Wahyu

KATADATA ?  Perbankan memilih mempertahankan suku bunga deposito maupun kredit kendati suku bunga acuan (BI Rate) naik 0,25 persen menjadi 7,75 persen. Perbankan masih memantau kondisi pasar sebelum melakukan perubahan kebijakan.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menilai kenaikan BI Rate sebesar 0,25 persen terbilang kecil. Bank Mandiri masih mengambil sikap mempertahankan bunga deposito karena bunga fasilitas simpanan BI juga masih tetap yaitu sebesar 5,75 persen.

"Jika bunga naik 0,25 persen, kami tidak usah menaikkan bisa," ujar Budi di sela Bankers Dinner 2014, Kamis malam (20/11).

Kendati belum berencana menaikkan suku bunga simpanannya, Bank Mandiri meninjau keinginan nasabah akan bunga deposito seiring kenaikan tingkat inflasi. Namun Budi memperkirakan nasabah tidak akan menuntut kenaikan bunga jika kenaikan BI Rate hanya 0,25 persen.

Advertisement

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan saat ini perseroan belum memutuskan kenaikan suku bunga deposito. Dia akan memantau kondisi pasar dalam 2-3 bulan mendatang. Sedangkan untuk kenaikan bunga kredit, BTN akan melihat penyerapan biaya dana (cost of fund) sebelum menaikkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Bank Internasional Indonesia (BII) juga memilih mempertahankan suku bunga depositonya. Presiden Direktur BII Taswin Zakaria belum melihat adanya kondisi yang mengharuskan bank ya menaikan bunga deposito. ?Sejauh ini belum (berencana menaikan suku bunga deposito),? kata Taswin.

BII akan memantau imbas kebijakan pengalihan subsidi BBM ini terhadap penyaluran kredit. Dia yakin hal ini akan berpengaruh terhadap beberapa sektor, seperti properti. Namun, untuk sektor kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, diperkirakan masih akan tumbuh.

Taswin optimis penyaluran kredit tahun depan masih akan tumbuh lebih baik dari tahun ini. Untuk mengembangkan ekspansi kredit, BII mengkaji pemberian kredit sektor maritim seperti pembiayaan untuk sistem pendingin, pelabuhan maupun sarana penangkapan ikan.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait