Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III Membaik

Defisit transaksi berjalan triwulan III2014 mengalami perbaikan tercatat US 68 miliar atau sekitar 307 persen dari Produk Domestik Bruto PDB Angka ini menurun dibanding kuartal sebelumnya sebesar US 868 miliar atau 407 per
Nur Farida Ahniar
13 November 2014, 19:17
bank indonesia- donang.jpg
KATADATA/ Donang Wahyu

KATADATA ?  Defisit transaksi berjalan triwulan III/2014 mengalami perbaikan, tercatat US$ 6,8 miliar atau sekitar 3,07 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menurun dibanding kuartal sebelumnya sebesar US$ 8,68 miliar atau 4,07 persen dari PDB.

Angka tersebut juga menurun jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 8,63 miliar atau 3,89 persen.
"Kinerja neraca pembayaran Indonesia membaik triwulan ini didukung oleh perbaikan defisit neraca transaksi berjalan," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/11).

Perbaikan transaksi berjalan terutama didorong kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan penurunan kinerja impor. Penurunan impor itu merupakan dampak dari langkah stabilisasi ekonomi yang ditempuh pemerintah dan BI selama ini. Selain itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus karena aliran masuk modal sebagai akibat perbaikan persepsi investor.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan perbaikan neraca perdagangan nonmigas tercatat naik dari US$ 2,1 miliar pada triwulan II/2013 menjadi US$ 4,3 miliar pada triwulan III 2014. Kenaikan tersebut tercatat lebih dari 2 kali lipat surplus sebelumnya.

Advertisement

"Ini adalah sebuah perbaikan yang sangat signifikan," ujarnya.

Meski demikian, dia menilai seharusnya perbaikan pada neraca transaksi berjalan lebih baik. Tekanan masih datang dari sisi defisit migas yang kini mencapai US$ 3,1 miliar. Perry optimis total defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun akan berada di bawah angka US$ 26 miliar.

Reporter: Petrus Lelyemin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait