BC Sumatera Bagian Timur Berantas Rokok Ilegal di Tiga Provinsi

Penindakan dilakukan tim petugas Bea Cukai Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur di Kecamatan Lahat dan Ogan Ilir, Palembang.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
14 Agustus 2020, 19:06
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Palembang– Peredaran rokok ilegal tidak hanya membahayakan masyarakat, melainkan juga dapat mengancam keberlangsungan bisnis para pengusaha yang taat hukum, serta dapat mengakibatkan kerugian negara.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam membasmi peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, Bea Cukai selaku instansi yang berwenang mengawasi cukai telah melakukan berbagai upaya nyata. Salah satunya pelaksanaan operasi Gempur Rokok Ilegal.

Kali ini Bea Cukai Wilayah Sumatera Bagian Timur dan beberapa satuan kerja di bawahnya meliputi Bea Cukai Palembang, Bea Cukai Jambi, Bea Cukai Pangkal Pinang, dan Bea Cukai Tanjung Pandan melakukan operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal. “Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga memberi edukasi kepada para penjual rokok eceran,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono melalui siaran pers, Jumat (14/08)

Penindakan dilakukan tim petugas Bea Cukai Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur di Kecamatan Lahat dan Ogan Ilir, Palembang. Petugas berhasil mengamankan 53.828 batang rokok ilegal senilai Rp21,5 juta dan total potensi kerugian negara sebesar Rp25,2 juta. Atas barang hasil penindakan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Wilayah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tidak hanya Kanwil yang melakukan penindakan, Bea Cukai Palembang juga menggelar operasi pasar pada 14-31 Juli dan menindak toko penjual rokok ilegal, dengan barang bukti sebanyak 127.920 batang rokok ilegal senilai Rp44,7 juta. Potensi kerugian negara mencapai Rp75,4 juta.

Sementara di Provinsi Jambi, petugas Bea Cukai Jambi ikut ambil bagian dalam operasi pasar pada 5-29 Juli guna membatasi ruang gerak pengedar dan penjual nakal yang masih menjual rokok ilegal. Dari penindakan tersebut, Bea Cukai Jambi berhasil mengamankan 443.760 batang rokok ilegal berbagai merek senilai Rp198,2 juta. Total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp205,3 juta.

Di provinsi lainnya, pada 9-25 Juli petugas Bea Cukai Pangkal Pinang juga melakukan operasi pasar dengan menyisir toko-toko yang menjual rokok, sekaligus melakukan sosialisasi rokok ilegal kepada para pemilik toko. Bea cukai Pangkal Pinang berhasil menindak 41.420 batang rokok senilai Rp30,8 juta, dengan mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp15,6 juta.

Untuk daerah Belitung, Bea Cukai Tanjung Pandan juga melaksanakan operasi pasar pada 7-29 Juli di wilayah Belitung. Upaya ini berhasil mengamankan 688 batang rokok dan 4.220 gram tembakau iris ilegal senilai Rp984.000.

Secara keseluruhan dalam periode Januari-Juli 2020, Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur beserta satuan kerja di bawahnya telah menindak 13,6 juta batang rokok, 95.234 gram tembakau iris, 5 botol ekstrak essens tembakau, dan 6,83 liter liquid vape. Perkiraan nilai barang-barang tersebut mencapai Rp8,4 miliar dan potensi kerugian negara senilai Rp8,8 miliar.

“Dengan adanya penindakan ini diharapkan dapat memberi efek jera kepada pelaku penjualan rokok ilegal sehingga peredaran rokok ilegal dapat terus berkurang,” kata Dwijo.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait