Gandeng Pemda Temanggung, BC Ajak Petani Kembangkan Tembakau Iris

Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Magelang, Siswanto mengatakan, Temanggung menjadi salah satu dari lima daerah penghasil tembakau terbaik dan termahal.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
1 September 2020, 18:00
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Temanggung - Cukai adalah pungutan negara yang menjadi komponen penting bagi perekonomian nasional. Produk hasil tembakau menjadi penyumbang cukai terbesar yang ditargetkan APBN 2020 sebesar Rp165,64 Triliun. Hal ini menjadi perhatian pemerintah terutama untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di tengah Covid-19.

Menilik potensi industri hasil tembakau di Kabupaten Temanggung yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi obyek cukai, Bea Cukai Magelang menggandeng pemerintah daerah setempat dan para petani tembakau dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) untuk menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai, khususnya pengembangan industri hasil tembakau berupa tembakau iris bertempat di Setda Temanggung, Rabu (26/8).

Sekretaris Daerah Temanggung yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andristi  menyatakan bahwa Temanggung merupakan penghasil tembakau, tetapi bukan daerah industri atau pabrik tembakau. Melalui sosialisasi ini, “saya mengimbau agar kita selalu menggunakan rokok legal (berpita cukai asli) karena aman dan juga dapat menambah pendapatan negara dari barang kena cukai."

Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Magelang, Siswanto mengatakan, Temanggung menjadi salah satu dari lima daerah penghasil tembakau terbaik dan termahal. Temanggung juga merupakan daerah dengan lahan tembakau terluas di Indonesia. Hal ini dapat menjadi potensi untuk berkembangnya industri hasil tembakau terutama tembakau iris di daerah Temanggung.

Untuk industri tembakau persyaratannya hanya cukup memiliki luas lahan 200 m2 dan melengkapi syarat fisik dan syarat administrasi. “Kami siap memberikan izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) yang tentunya semakin mudah dan cepat," ujar Siswanto.

Harapan ke depan, produk tembakau dapat terserap dengan baik dengan adanya pengembangan industri tembakau iris secara optimal sekaligus dapat mengembangkan potensi ekspor tembakau di Temanggung. Selain itu, pemberantasan peredaran rokok ilegal juga akan terus digalakkan serta pemanfaatan DBHCHT yang dilakukan secara bijak.

"Sosialisasi ini telah memberi pencerahan dan menjawab semua pertanyaan para petani tembakau, semoga produk tembakau Temanggung terus berkembang pesat dan memberi manfaat bagi kesejahteraan petani semua," kata  Masrik Amin Zuhdi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Temanggung.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait