Bea Cukai Pontianak Layani Ekspor Perdana Crude Palm Oil ke India

Tanggal 30 Agustus 2020 akan menjadi catatan sejarah bagi kota Mempawah, Kalimantan Barat dan Pelabuhan Internasional Kijing, karena pertama kalinya dilakukan ekspor
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
3 September 2020, 20:00
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Pontianak – Bea Cukai Pontianak memberi pelayanan ekspor perdana crude palm oil (CPO) sebanyak 5.000 MT milik PT Wawasan Kebun Nusantara (WKN) di Terminal Kijing, Pelabuhan Internasional Kalimantan Barat, pada Minggu (30/08). Minyak kelapa sawit tersebut diekspor ke Pelabuhan Haldia, India dengan sarana pengangkut MT. Sc Golden Fortune LX.

“Tanggal 30 Agustus 2020 akan menjadi catatan sejarah bagi kota Mempawah, Kalimantan Barat dan Pelabuhan Internasional Kijing, karena pertama kalinya dilakukan ekspor,” kata Plt Kepala Seksi Penyuluhan Layanan dan Informasi Bea Cukai Pontianak Zulkarnain.

Ia juga mengatakan bahwa ekspor perdana ini masih menggunakan prosedur ekspor di luar kawasan pabean karena Terminal Kijing masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan belum ditetapkan sebagai kawasan pabean.

“Nanti kedepannya Terminal Kijing ini akan ditetapkan menjadi terminal utama untuk arus lalu lintas ekspor impor barang khususnya di wilayah Kalimantan Barat,” ujar Zulkarnain.

Terminal Kijing, yang merupakan bagian dari pengembangan Pelabuhan Pontianak dengan kapasitas dan luasan yang sudah terbatas, akan menjadi pelabuhan berstandar internasional dan menjadi salah satu dari tujuh hub utama di Indonesia.

Terminal Kijing ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) pertama di Indonesia yang direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Terminal Kijing berada di Kalimantan Barat, Kabupaten Mempawah, Kecamatan Sungai Kunyit, yang dapat diakses kurang lebih tiga jam perjalanan darat dari Kota Pontianak.

Sebagai salah satu pelabuhan hub, nantinya Terminal Kijing akan menjadi gerbang utama ekspor dan impor barang dari dan ke Kalimantan. Di sinilah peran Bea Cukai, yaitu melayani dan mengawasi kegiatan impor dan ekspor. “Pembangunan Terminal Kijing dibutuhkan untuk memastikan penguatan sektor ekonomi, karena terminal ini akan jadi pelabuhan modern terbesar di Kalimantan,” ujarnya

Video Pilihan

Artikel Terkait