Bea Cukai Soekarno Hatta Dukung Produk UMKM Tembus Pasar Internasional

Sudah lebih dari dari enam bulan pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga mengakibatkan lambatnya laju perekonomian.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
21 September 2020, 18:00
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Tangerang Selatan – Sudah lebih dari dari enam bulan pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga mengakibatkan lambatnya laju perekonomian. Pemerintah Indonesia pun saat ini telah menggalakkan program Pemulihan Ekonomi Nasional, yaitu program yang bertujuan meminimalkan dampak dari Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Finari Manan, pada Jumat (18/09). Menurutnya, salah satu aksi dari program PEN adalah mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional.

“Berdasarkan data Badan Kebijakan Fiskal (BKF) hampir 60 persen kontribusi UMKM memberi pengaruh terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Nasional. “Karena itu upaya mendorong potensi ekspor produk UMKM ini benar-benar perlu dimaksimalkan,” ujarnya.

Finari mengatakan salah satu langkah Bea Cukai Soekarno Hatta adalah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, PT Andalan Ekspor Indonesia (AeXI), serta perwakilan pelaku UMKM, mengadakan rapat lintas sektor dengan agenda pembahasan mendorong produk UMKM menuju ranah ekspor pada 7 September 2020 lalu. Dalam rapat tersebut, Finari memaparkan materi mengenai peran UMKM dalam mendongkrak angka ekonomi daerah setempat, bahkan sampai skala nasional.

“Dengan komitmen bersama, kita pasti bisa mewujudkan produk UMKM menembus pasar internasional,” katanya optimistis.

Masih menurut Finari, di rapat tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharyo, mengemukakan bahwa potensi produk UMKM daerah setempat, yaitu hasil olahan pertanian. Saat ini terdapat dua komoditas unggulan, yaitu olahan kelapa hijau dengan merk Bantenese Coco dan gula semut dengan merk Kawung Lebak.

Dalam rapat tersebut, kata Finari, Direktur PT AeXI, Luthfi Ginanjar memaparkan ada beberapa kendala yang perlu dituntaskan terlebih dulu. Kendalanya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM, membuka akses pasar global, pembiayaan modal usaha, regulasi dari instansi penerbit perizinan, dan perihal logistik. “Kami tetap optimistis melalui pertemuan seperti ini, dapat menciptakan solusi yang inovatif,” ujar Finari.

Video Pilihan

Artikel Terkait