Perkuat Tenaga Kurir, Bukti Pos Indonesia Serius Garap Bisnis Kiriman

Penguatan SDM O-Ranger telah kami lakukan sejak dua tahun lalu. Jumlahnya sekarang sudah mencapai 1.350, tersebar di seluruh Indonesia
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
2 Oktober 2020, 16:58
Pos Indonesia
Katadata

BANDUNG - PT Pos Indonesia (Persero) terus berinovasi dan serius menggarap bisnis kiriman di dalam negeri. Salah satunya melalui penambahan tenaga kerja kurir atau O-Ranger untuk memenuhi tingginya permintaan layanan kiriman di aplikasi QPOSinAja.

Melalui aplikasi QPOSinAja, masyarakat bisa melakukan online booking, mengirim tanpa keluar rumah, serta berbagai fitur kemudahan pembayaran. Terbaru, Pos Indonesia meluncurkan layanan kurir real time Q9 Plus, sebuah layanan kiriman yang menawarkan pengantaran maksimal 3 jam di dalam kota.

"Penguatan SDM O-Ranger telah kami lakukan sejak dua tahun lalu. Jumlahnya sekarang sudah mencapai 1.350, tersebar di seluruh Indonesia," kata Vice President Marketing PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta.

Penambahan O-Ranger oleh Pos Indonesia akan terus dilakukan sejalan dengan pengembangan aplikasi QPOSinAja. Apalagi untuk memenuhi layanan Q9 Plus di aplikasi tersebut, di mana layanan tersebut diperkirakan akan membutuhkan banyak pengemudi siaga (driver standby). Para pengemudi tersebut akan bergerak dinamis di dalam kota.

Saat ini, layanan Q9 Plus sudah tersedia di delapan kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Medan, dan Solo. Layanan ini hanya melayani pengantaran antar alamat di dalam kota.

Pos Indonesia, kata Tata, telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan pengembangan aplikasi dan rekrutmen SDM O-Ranger. Alhasil rekrutmen akan disesuaikan dengan perkembangan layanan dan permintaan di masing masing kota.

 Walaupun begitu, Pos Indonesia juga harus menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan permintaannya karena setiap daerah kebutuhannya berbeda. “Misalnya nanti ternyata kebutuhan di Jakarta banyak, maka kami akan lebih banyak ekspansi di sana," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait