Bea Cukai Upayakan Penguatan Potensi Ekspor Hasil Laut di Gorontalo

Telah diresmikannya direct call export Manado-Jepang pada 23 September 2020, memberi opsi baru bagi para pengusaha perikanan di Gorontalo untuk mengekspor komoditas lautnya.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
14 Oktober 2020, 17:55
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Gorontalo – Telah diresmikannya direct call export Manado-Jepang pada 23 September 2020, memberi opsi baru bagi para pengusaha perikanan di Gorontalo untuk mengekspor komoditas lautnya. Sebagai upaya penguatan potensi ekspor hasil laut di Gorontalo, Bea Cukai Gorontalo menggelar diskusi dengan para pengusaha hasil laut dan instansi terkait, Kamis (08/10).

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Dede Hendra Jaya, mengatakan forum diskusi tersebut ditujukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi eksportir hasil laut dalam pelaksanaan kegiatan ekspor langsung dari Gorontalo.

Ia pun menegaskan bahwa lembaganya terus berusaha memfasilitasi ekspor langsung, baik dari segi kebijakan maupun teknis. Terlebih selama beberapa tahun ini frekuensi ekspor hasil laut Gorontalo telah berjalan rutin.

Lewat forum diskuni ini, diketahui secara umum penyelesaian formalitas ekspor dan biaya logistik tidak menjadi permasalahan berarti. Namun, ketidakpastian slot kargo dan keterbatasan jadwal pengangkut yang ada di Gorontalo masih menjadi kendala bagi para eksportir. Hal ini mengakibatkan lamanya waktu tempuh dan penurunan kualitas barang terutama ketika pasokan hasil laut sedang melimpah dan demand dari pembeli di luar negeri tinggi.

“Secara biaya tidak ada masalah, tapi diharapkan untuk maskapai Garuda agar bisa menambah frekuensi penerbangan dari Gorontalo agar kebutuhan kami terakomodir,” kata Direktur Camar Laut Idrias, yang mewakili pengusaha,”terutama pada Oktober sampai Desember ketika permintaan dari pembeli sedang tinggi-tingginya.”

Perwakilan dari Garuda Indonesia Gorontalo menyatakan akan mengkomunikasikan permintaan tersebut dengan perwakilan di Jakarta, Makassar dan Manado untuk mengatur ulang harga dan jadwal penerbangan yang lebih efisien dari Gorontalo ke negara tujuan demi mengakomodir kebutuhan eksportir. Terlebih dengan dibukanya direct call Manado-Narita diharapkan dapat menambah opsi skema ekspor.

Dede Hendra berharap dengan terselenggaranya forum diskusi tersebut menjadi titik temu atas kendala yang terjadi selama proses ekspor, “serta memacu frekuensi ekspor hasil laut langsung dari Gorontalo karena akan berkontribusi bagi peningkatan perekonomian di Gorontalo”.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait