BC Wilayah Aceh Paparkan Kontribusi Terhadap Kinerja APBN Triwulan III

Penerimaan ini terdiri dari bea masuk sebesar Rp403,7 juta, bea keluar sebesar Rp3 miliar dan cukai sebesar Rp1,14 miliar
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
21 Oktober 2020, 17:00
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Banda Aceh - Sebagai wujud dari transparansi kinerja pemerintah terhadap pengelolaan anggaran negara, perwakilan Kementerian Keuangan di wilayah Aceh menyelenggarakan media gathering dan jumpa pers  kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai dengan triwulan III 2020, pada Senin (19/10).

Safuadi, Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Aceh menyatakan APBN sebagai wujud pengelolaan keuangan negara merupakan instrumen penting yang harus dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Safuadi, Bea Cukai Wilayah Aceh sampai dengan September 2020 telah berhasil mencapai target penerimaan sebesar Rp4,57 miliar atau 169,26 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,7 miliar. “Penerimaan ini terdiri dari bea masuk sebesar Rp403,7 juta, bea keluar sebesar Rp3 miliar dan cukai sebesar Rp1,14 miliar,” ujarnya.

Selain melakukan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai, dari sisi pengawasan, Bea Cukai Wilayah Aceh juga telah melakukan 482 penindakan atas berbagai jenis komoditas, seperti narkotika, psikotropika dan prekusor (NPP), hasil tembakau, unggas hidup, dan bawang merah yang melanggar ketentuan Kepabeanan dan Cukai.

Tercatat hingga Oktober 2020, Bea Cukai Aceh telah menindak sebanyak 482 kali dan berhasil menggagalkan tujuh kasus penyelundupan narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 296,57 kg, kata dia.

Pemberian fasilitas kepabeanan juga diberikan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menstimulus perekonomian dalam negeri. Pada Oktober 2020, Bea Cukai Wilayah Aceh telah memberi fasilitas Pengusaha di Pusat Logistik Berikat (PDPLB) kepada PT Karya Tanah Subur dan Kawasan Berikat (KB) kepada PT Sinergy Peroksida Industri dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor. Selain itu, penerbitan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai  (NPPBKC) kepada PR Gayo Mountain Cigar dan UD Kretek Gayo.

Bea Cukai Wilayah Aceh juga mendorong penggunaan dana desa dan sukuk wakaf untuk pembiayaan para petani dan nelayan mitra dari perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) Hortikultura. Misalnya, pembiayaan yang akan dilakukan kepada petani pisang di Kabupaten Bener Meriah, mitra dari PT Great Giant Pineapple.

“Pola kemitraan ini adalah salah satu program bea cukai terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Creating Shared Value (CSV),” Safuadi menambahkan.

Safuadi menyebutkan bahwa Bea Cukai Aceh juga menggagalkan percobaan penyelundupan bawang merah sebanyak 55,5 ton dan unggas sebanyak 1.015 ekor. Hasil penindakan tersebut menyelamatkan negara dari potensi kerugian negara sebesar lebih dari Rp18 miliar dan atas penggagalan kasus penyelundupan narkotika tersebut telah menyelamatkan lebih dari 1 juta jiwa generasi Indonesia.

Video Pilihan

Artikel Terkait