Lonjakan Kasus Covid-19 di RS dan Panti Jompo Korsel

Pasca pelonggaran pembatasan sosial, Korea Selatan menghadapi lonjakan kasus Covid-19
Image title
Oleh Arie Mega Prastiwi - Tim Riset dan Publikasi
24 Oktober 2020, 17:27
HEALTH-CORONAVIRUS/SOUTHKOREA-RELIGION
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/wsj/dj

Korea Selatan mencatat telah terjadi peningkatan tertinggi dalam kasus COVID-19 dalam lebih dari 40 hari pada Jumat 23 Oktober. Kasus infeksi dilaporkan  terjadi di rumah sakit dan panti jompo.

Mengutip Channel News Asia(24/10), sebuah panti jompo di Namyangju, di wilayah timur Kota Seoul, diisolasi setelah lebih dari 30 pekerja dan residen dinyatakan positif. Sementara itu, ada sekitar 120 kasus infeksi di rumah sakit di dekat Gwangju.

Dari 155 kasus baru yang diumumkan pada Jumat oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menjadikan total infeksi virus Corona COVID-19  secara nasional mencapai 25.775, termasuk 457 kematian. Di antara 1.484 kasus aktif, 60 berada dalam kondisi serius

Badan tersebut juga melaporkan adanya 138 kasus pada Jumat akibat penularan lokal.

Kebanyakan kasus terjadi di kawasan kota besar. Sementara itu 59 kasus baru terjadi Sabtu 24/10 di daerah metropolitan Seoul yang padat penduduk. Ibu kota itu telah menjadi pusat penyebaran sejak musim panas.

Setidaknya 17 kasus baru terkait dengan kedatangan internasional, termasuk penumpang yang datang dari Prancis, Kuwait, Nepal, Bangladesh, dan Jepang. Pada Sabtu, sebelas kasus baru terkait dengan kedatangan internasional, termasuk penumpang dari Amerika Serikat, Filipina, dan India.

Penyebaran virus Corona yang konstan itu telah menyebabkan kekhawatiran di Korea Selatan. Pasalnya, negara itu telah melonggarkan pembatasan sosial sejak minggu lalu untuk mengatasi ekonomi yang semakin menurun. Bisnis berisiko tinggi seperti klub malam dan bar karaoke telah dibuka kembali, sementara penggemar olahraga telah mendatangani stadion olahraga untuk menonton pertandingan.

Sebelumnya, Korea Selatan juga dilanda kepanikan usai kematian 13 orang di negara itu pasca menerima suntikan vaksin influenza. Para pejabat mengatakan bahwa kematian mungkin disebabkan oleh anafilaksis atau reaksi alergi yang serius, tetapi tidak memberi rincian lebih lanjut.

Sementara itu, distributor vaksin flu di Korsel termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., yang merupakan bagian dari Boryung Pharm Co. Ltd. GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar mengenai orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu. Distributor lainnya, Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Kasus di Korea Selatan memberi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Sebelum ada vaksin, saat ini pencegahan terbaik meminimalisir dari tertular virus Corona adalah dengan melakukan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabut, dan menjaga jarak menghindari kerumunan).

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait