Sasar Zona Merah Kanwil BC Jatim II Gencarkan Sosialisasi Rokok Ilegal

Cirinya ada empat yaitu, rokoknya pakai pita bekas, pita palsu, pita milik pabrik lain atau tidak sesuai peruntukannya, dan rokok tanpa pita
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
28 Oktober 2020, 13:21
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Malang– Bea Cukai Wilayah Jawa Timur II bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi ketentuan di bidang cukai sebagai salah satu langkah menekan peredaran rokok ilegal.

Sosialisasi yang berlangsung pada Senin (26/10) tersebut dihadiri oleh ratusan warga dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Bululawang, Kecamatan Pakisaji dan Kecamatan Sumberpucung.

Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas I Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II, Fathony Kurniawan menyampaikan informasi mengenai peredaran rokok ilegal, khususnya ciri-ciri dari rokok ilegal. “Cirinya ada empat yaitu, rokoknya pakai pita bekas, pita palsu, pita milik pabrik lain atau tidak sesuai peruntukannya, dan rokok tanpa pita,” ungkapnya.

Fathony juga menyampaikan, bagi orang yang mengedarkan, menjual, atau menawarkan rokok yang tidak dilekati pita cukai, atau dikenal dengan istilah rokok polos atau rokok putihan, dapat dikenakan ancaman pidana penjara minimal satu tahun, maksimal lima tahun. Pidana denda minimal dua kali nilai cukai, dan maksimal sepuluh kali nilai cukai.

Fathony juga menegaskan kepada masyarakat dan pelaku usaha agar hanya mengonsumsi dan menjual rokok legal. “Dengan mengkonsumsi, menjual, mendistribusikan rokok yang legal, Bapak Ibu ini ikut menyumbang penerimaan negara,” ujar Fathony.

Bea Cukai mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi mengampanyekan pemberantasan rokok ilegal. “Monggo, kita bersama-sama menaati peraturan yang berlaku sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga iklim usaha dan industri tetap kondusif,” kata Fathony

Video Pilihan

Artikel Terkait