Bantu Pembiayaan UKM, Indonesia Eximbank Gandeng Bea Cukai Batam

Indonesia Eximbank bekerja sama dengan Bea Cukai Batam mendukung percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
9 November 2020, 16:46
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Batam – Indonesia Eximbank bekerja sama dengan Bea Cukai Batam mendukung percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pertemuan kedua instansi Kementerian Keuangan itu diadakan di Kantor Bea Cukai Batam, Kamis (05/11/2020).

Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mempunyai mandat untuk mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui penyaluran fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi. Hal tersebut sesuai dengan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang tertuang dalam KMK Nomor 372/KMK.08/2020.

Menteri Keuangan berpesan untuk bersinergi dengan Bea Cukai karena salah satu gerbang ekspor adalah Bea Cukai. “Kami mohon bantuannya terkait data-data UKM yang ada di Batam sepanjang memenuhi kriteria tersebut,” ujar Kepala Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank Cabang Batam, Miko Mahendra.

Adapun kriteria UKM yang dapat mengakses pembiayaan, yakni memiliki usaha produktif berorientasi ekspor baik langsung maupun tidak langsung (tier 1), memiliki kegiatan usaha minimal dua tahun dan menyampaikan laporan keuangan dua tahun terakhir. Selain itu badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun tidak berbentuk badan hukum, termasuk perorangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Miko, alokasi dana PKE terkait dengan program PKE UKM minimal sebesar Rp500 miliar dan terdapat opsi untuk menambah alokasi dana sampai dengan Rp1 triliun.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, berharap pertemuan ini akan membawa sinergi yang baik untuk ke depannya. Susila juga menambahkan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19, Bea Cukai Batam sudah melakukan beberapa kegiatan untuk memperhatikan pelaku UKM yang dimulai pada 2018 hingga sekarang, yaitu kegiatan Gathering Eksportir Jilid I dan II, Customs Visit Customers (CVC), dan melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

“Kami tidak berhenti di sini saja untuk memfasilitasi pelaku UKM. Untuk itu kami siap membantu LPEI dalam program ini sehingga produk Indonesia diharapkan benar-benar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait