Terima Fasilitas Kawasan Berikat Pabrik Garmen di Batang Genjot Ekspor

Perusahaan juga bisa berkembang, order dan produksi meningkat yang akan disertai kenaikan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya dapat ikut menggerakkan perekonomian
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
9 November 2020, 17:45
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Semarang – PT Batang Apparel Indonesia (BAI) resmi memperoleh fasilitas fiskal dari Bea Cukai berupa kawasan berikat, pada Rabu (4/11). Perizinan ini diberikan secara online oleh Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bekerja sama dengan Bea Cukai Tegal.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri menyampaikan bahwa selama 2020, pihaknya telah menerbitkan 16 izin fasilitas kawasan berikat yang sebagian besar bergerak di bidang industri garmen dan menyerap banyak tenaga kerja.

Menurut dia, Bea Cukai juga turut serta dalam program pemulihan ekonomi nasional. Implementasinya antara lain dengan memberi fasilitas fiskal kepada perusahaan, seperti fasilitas kawasan berikat, yaitu berupa fasilitas penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI).

Perusahaan tidak perlu membayar bea masuk dan PDRI jika seluruh produknya diekspor. Hal ini diyakini dapat menciptakan efisiensi sehingga arus kas perusahaan terbantu dan produknya dapat lebih bersaing. “Perusahaan juga bisa berkembang, order dan produksi meningkat yang akan disertai kenaikan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya dapat ikut menggerakkan perekonomian,” kata Amin.

Harapannya, kata Amin, dengan pemberian fasilitas ini dapat membantu perusahaan berkembang terutama dalam masa pandemi dan mampu menggerakkan perekonomian khususnya di daerah domisilinya. “Kami berkomitmen untuk terus berupaya membantu dengan mempermudah perizinan maupun pemberian fasilitas khususnya kepada perusahaan berorientasi ekspor,” ujar Amin.

Direktur PT Batang Apparel Indonesia, Jeong Uson memaparkan bahwa perusahaannya bergerak di bidang garmen, memproduksi pakaian-pakaian olahraga dengan merk-merk terkenal seperti Nike, H&M, Fanatics dll. Seluruh produknya akan diekspor ke berbagai negara yang meliputi Asia, Eropa dan Amerika. Pihaknya membutuhkan fasilitas kawasan berikat untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Dengan modal dasar sebesar US$8 juta, perusahaan ini meyakini akan dapat terus berkembang. Fasilitas kawasan berikat diyakini mampu membantu arus kas perusahaan karena akan menciptakan efisiensi produksi baik dari sisi biaya dan waktu, sehingga produknya akan lebih bersaing di pasar global.

Perusahaan yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2021 ini sudah mulai merekrut tenaga kerja. “Hingga akhir 2021 akan menyerap 2000 tenaga kerja,” ujar Jeong. Pada 2021 PT Batang Apparel Indonesia berencana menambah modal investasi sebesar Rp25 miliar dan menargetkan kapasitas produksi mencapai 3,6 juta pcs/bulan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait