Operasi Laut 2020, Bea Cukai-BNN-Polairud Polri Amankan 85,5 Kg Sabu

Sinergi tersebut dilaksanakan dalam rangka menekan suplai peredaran narkoba di Indonesia terutama dari jalur laut.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
23 November 2020, 18:31
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Jakarta – Bea Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Korps Polairud Baharkam Polri bersinergi dalam operasi laut interdiksi terpadu 2020, yang telah dimulai sejak 10-21 November 2020. Sinergi tersebut dilaksanakan dalam rangka menekan suplai peredaran narkoba di Indonesia terutama dari jalur laut.

Tujuan dilaksanakannya sinergi ini salah satunya untuk meningkatkan koordinasi antaraparat penegak hukum (APH) lain dalam rangka implementasi Instruksi Presiden mengenai sinergi seluruh instansi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menyampaikan salah satu tantangan nyata bagi APH P4GN di Indonesia adalah melakukan pengawasan terhadap pemasukan dan peredaran gelap Nota Pemberitahuan Penolakan (NPP) ilegal melalui wilayah perbatasan laut yang begitu luas dengan sarana dan prasarana terbatas. “Untuk itu harus dilakukan kolaborasi yang efektif antar APH yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ditjen Bea dan Cukai
Ditjen Bea dan Cukai (Katadata)

 

Dalam periode operasi laut interdiksi terpadu 2020 tersebut, tim gabungan berhasil mengungkap lima kasus berbeda. Jumlah tersangkanya sebanyak 20 orang dengan total barang bukti sabu seberat 85,54 kg, 10 bungkus ekstasi berisi 50 ribu butir seberat 23,11 kg, dan ganja sebanyak 29 paket seberat 30 gram.

Masing-masing penindakan terdiri 52 kg sabu di perairan Dumai pada 6 November 2020, 33 kg sabu di perairan Batam pada 12 November 2020, 541 gram sabu di Batam pada 13 November 2020, 23 kg ekstasi di perairan Aceh Utara pada  16 November 2020, serta 30 gram ganja dan 0,3 gram sabu di perairan Sumatera Utara pada 17 November 2020.

Operasi ini juga berhasil membuat sindikat mengurungkan niatnya untuk menyelundupkan NPP, sehingga secara tidak langsung mencegah masuknya sejumlah besar NPP ke Indonesia. “Ini berarti salah satu fungsi Bea Cukai sebagai community protector dapat terlaksana dengan baik,” ujar Heru

Sampai dengan berakhirnya operasi pada 21 November 2020 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 76 kapal dan penindakan terhadap dua kapal serta lima penangkapan narkotika. Hasil pemeriksaan kapal secara umum berisi muatan ikan, nihil kargo dan sebagian kecil barang-barang campuran dan logistik.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan pada 2020 Bea Cukai berhasil mengungkap 699 kasus narkotika dengan total berat mencapai 2,6 ton. Capaian tersebut meningkat secara kuantitas penindakan dengan prosentase peningkatan mencapai 37,6 persen. “Dari 699 kasus pada tahun 2020, mayoritas penindakan didominasi oleh perusahaan jasa titipan (PJT) dengan kenaikan lebih dari 100% dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Heru memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas sinergi yang telah terjalin dengan BNN dan Polairud Polri. “Saya harap kolaborasi yang efektif ini dapat terus berjalan lebih baik untuk menjawab tantangan nyata yang semakin berat kedepannya,” katanya.

Video Pilihan

Artikel Terkait