Patroli Laut Terpadu Bea Cukai 2020 Amankan Berbagai Komoditi Ilegal

Sepanjang 2020, seluruh Kantor Bea Cukai yang memiliki wilayah pengawasan laut terus melakukan patroli laut secara mandiri.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
4 Desember 2020, 21:05
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Jakarta – Sepanjang 2020, seluruh Kantor Bea Cukai yang memiliki wilayah pengawasan laut terus melakukan patroli laut secara mandiri. Selain melaksanakan patroli laut secara mandiri, Bea Cukai juga menggelar operasi patroli laut terpadu secara serentak yang dikenal dengan sandi Operasi Patroli Laut Terpadu Bea Cukai Jaring Sriwijaya (JS) dan Jaring Wallacea (JW) 2020 yang telah berakhir pada 16 November 2020 lalu.

Direktur Penindakan dan Penyidikan, Bahaduri Wijayanta B.M, menjelaskan bahwa operasi JS merupakan pelaksanaan patroli laut terpadu yang dilaksanakan oleh beberapa Kantor Bea Cukai lintas wilayah di perairan bagian barat Indonesia khususnya perairan Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera, Selat Singapura sampai dengan Perairan Kalimantan Barat.

Adapun Operasi JW untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia bagian timur yang memiliki karakteristik perairan luas mulai dari wilayah perairan Kalimantan Bagian Timur, Kalimantan Bagian Selatan, Sulawesi Bagian Utara, Sulawesi Bagian Selatan, Maluku, Papua serta perairan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Pengawasan dalam bentuk operasi patroli laut secara terpadu dilakukan untuk memastikan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia serta memberantas terjadinya upaya penyelundupan karena dapat merugikan negara,” kata Wijayanta.

Terutama dalam situasi wabah Covid-19, kata Wijayanta, Bea Cukai tidak akan membiarkan para pelanggar hukum melakukan aktivitasnya dengan memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan tindak pidana penyelundupan.

Wijayanta memaparkan, dalam pelaksanaan Operasi JS III dan IV serta JW II periode 2020, selama periode 08 September - 16 November 2020 Bea Cukai telah berhasil melakukan 15 kali penindakan. Beberapa penindakan menonjol di antaranya erhadap speedboat berkecepatan tinggi tanpa nama atau High Speed Craft (HSC) dari Batam menuju Tembilahan bermuatan total 3.529 liter minuman beralkohol berbagai merek tanpa dilindungi dokumen di perairan Pulau Nyamuk, Kepulauan Riau. Selain itu juga penindakan terhadap KLM Pratama bermuatan 51 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai yang dikemas dalam 5.140 karton di perairan pulau Bintan.

“Secara keseluruhan, Operasi JS dan JW yang dilaksanakan oleh Bea Cukai  sepanjang tahun 2020 telah berhasil melakukan 28 kali penindakan dengan berbagai komoditi impor maupun ekspor,” ungkapnya.

Berbagai komoditi tersebut di antaranya barang campuran, barang sembako, rokok, bawang merah, minuman beralkohol, BBM, kayu bakau, barang elektronik, tekstil, ballpressed, pasir timah serta barang lainnya.

“Operasi dinyatakan secara resmi ditutup pada 16 November 2020 bersamaan dengan berakhirnya periode operasi kapal patroli BC 10001 pada Operasi JS IV tahun 2020 dan kapal patroli BC 9006 pada Operasi JW II tahun 2020,” ujar Wijayanta.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait