Pasar Lesu, Investor Agresif Bisa Selektif Pilih Reksa Dana Saham

Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
24 Mei 2021, 15:48
Ilustrasi analis melihat perkembangan harga saham dan reksa dana saham di layar laptop. (shutterstock)
Bareksa
Ilustrasi analis melihat perkembangan harga saham dan reksa dana saham di layar laptop. (shutterstock)

Bareksa.com - Indeks saham diperkirakan masih akan bergerak mendatar, setelah pekan lalu anjlok sekitar 2,78 persen. Namun, saham-saham berbasis teknologi sedang jadi perbincangan sehingga menjadi potensi bagi reksa dana saham yang memiliki portofolionya.

Chief Research dan Business Development Bareksa Ni Putu Kurniasari menjelaskan minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat indeks saham bergerak turun, sehingga reksa dana pasar uang masih disarankan bagi investor jangka pendek dan reksa dana pendapatan tetap untuk jangka menengah. "Namun, untuk investor jangka panjang yang taktis, bisa melirik reksa dana yang memiliki portofolio saham berbasis teknologi," ujarnya.

Putu menilai sektor saham berbasis teknologi dan telekomunikasi di Indonesia masih menunjukkan potensi di masa depan. Sejak awal tahun hingga 21 Mei 2021, sektor teknologi mencatat kinerja terbesar di IHSG hingga 85 persen.

Mempertimbangkan indeks saham di Amerika yang saat ini mayoritas pergerakannya ditopang oleh sektor teknologi, lalu rencana OJK yang akan merilis peraturan mengenai bank digital, “diproyeksikan saham-saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap teknologi akan menjadi salah satu penopang terbesar pergerakan IHSG pada waktu mendatang," ujar Putu.

Dalam laporan risetnya, Bahana Sekuritas melaporkan lonjakan impor telepon seluler di Indonesia selama April sekitar 213 persen secara bulanan. Hal ini diproyeksikan berdampak positif pada reksa dana berbasis saham telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) serta distributor perangkat elektronik, yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Minggu ini, saham teknologi yang masih dalam perbincangan adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang sejak bulan lalu dikabarkan pada media akan membeli saham perusahaan multifinance PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Sempat dibantah dalam klarifikasi BFIN dalam keterbukaan informasi, tetapi pasar masih memantau pergerakan saham ini. Sejak awal tahun, kinerja saham BFIN telah mencatat kenaikan sekitar 14,3 persen ke level Rp640/lembar saham.

Sejumlah reksa dana saham yang memiliki saham ARTO dalam portofolionya, menurut fund fact sheet per April 2021 adalah:

  • BNP Paribas Infrastruktur Plus
  • Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
  • Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus
  • TRAM Consumption Plus.

Ingin membeli reksa dana di Bareksa? Daftar di http://bit.ly/BareksaKatadata 

Untuk transaksi, gunakan kode referal ini: KATADATA

Disclaimer

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait