Meneropong Masa Depan UMKM di Kota Kecil

Selama ini UMKM terbilang minim pengetahuan dan akses digital, terlebih mereka yang berlokasi di kota-kota kecil.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
11 Oktober 2021, 10:52
Meneropong Masa Depan UMKM di Kota Kecil
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.

Tak dipungkiri pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung bagi perekonomian. UMKM menghasilkan 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya terbaik untuk mendukung mereka tetap bergeliat, khususnya selama pandemi Covid-19.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa 99,99 persen bisnis di Indonesia berskala UMKM, atau setara dengan 64 juta unit. Segmen usaha ini menyerap hingga 97 persen tenaga kerja, sedangkan tiga persen lainnya dipekerjakan oleh perusahaan besar.

Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda mulai 2020 hingga sekarang, wabah virus corona membawa dampak besar bagi perekonomian di Tanah Air, tak terkecuali usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Maret 2021 diketahui, 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19 dan sekitar 93,2 persen dari angka ini terpengaruh secara negatif pada sisi penjualan. Hal ini terjadi lantaran selama ini UMKM terbilang minim pengetahuan dan akses digital, terlebih mereka yang berlokasi di kota-kota kecil.

“Kurangnya pengetahuan dan akses bagi UMKM di kota kecil menjadi tantangan besar bagi UMKM untuk bertahan dan meningkatkan usahanya. Oleh karena itu, perlu pendukung terutama dari teknologi yang dapat membantu mereka tumbuh,” tutur Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata kepada Katadata.co.id, Jumat (8/10/2021).

Berdasarkan riset Bappenas, sepanjang 2020 ini pelaku usaha mikro, kecil dan menengah mengalami beberapa kendala dalam masalah keuangan dan masalah permintaan atau pasokan. Selain itu, ada pula persoalan fasilitas operasional yang minim, sumber daya dan pendanaan, serta pelaku UMKM yang kurang menguasai platform digital.

Pemerintah memang mencanangkan program digitalisasi yang menargetkan 30 juta pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada tahun 2024. Tapi, data East Ventures Digital Competitiveness Index 2021 menunjukkan, daya saing digital cenderung didominasi UMKM di provinsi besar yang umumnya berlokasi di Jawa. Sementara daerah seperti Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan cenderung berada di posisi lebih bawah.

Lebih dari 80 persen masyarakat di kota-kota tier dua dan tiga kurang memahami platform digital. Bisnis UMKM hanya dijalankan satu orang yang berusia relatif tua. Mereka terbilang skeptis terhadap teknologi sehingga lambat dalam mengadopsi layanan digital. Kondisi ini justru merugikan pelaku UMKM itu sendiri, khususnya saat pembatasan mobilitas selama pandemi diberlakukan. Pasalnya, masyarakat semakin banyak yang beralih dari toko fisik ke daring alias e-commerce maupun platform digital lain.

Guna mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya mereka yang ada di kota kecil, tidak hanya butuh dukungan pemerintah melainkan pula swasta. Langkah nyata terkait ini salah satunya dilakukan Grab dan Emtek Group. Dua perusahaan ini meneguhkan komitmen untuk mendukung UMKM di kota-kota kecil dan kabupaten di Indonesia.

Selain melakukan pendampingan, UMKM juga didorong untuk go digital agar memperoleh manfaat dari ekonomi digital. Guna memantapkan dukungan, Grab dan Emtek Group akan menyelenggarakan program digitalisasi  yang menargetkanusaha mikro, kecil, dan menengah di kota-kota kecil,  serta fokus kepada program akselerator yang ekstensif guna meningkatkan skala bisnis dan menjangkau konsumen yang lebih banyak dan luas.

Catatan, merujuk kepada data dari laman web resmi Kemenkop UKM, kini terdapat ratusan ribu UMKM di kota-kota kecil yang terdaftar, di antaranya di Kabupaten Kupang 44.639 UMKM, Kabupaten Gowa 937 UMKM, Kota Pekanbaru 105.445 UMKM, Kabupaten Malang 417.373 UMKM, dan Kota Surakarta 82.531 UMKM.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait