Lima tahap perkembangan bisnis, Anda sudah pada tahap mana?

Ketika Anda berpikir mendirikan sebuah usaha atau bisnis, pasti rasanya sangat bersemangat dan menggebu-gebu.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
30 Juli 2020, 15:27
Kredivo
Katadata

Hingga suatu ketika Anda menghadapi tantangan dan rintangan di pertengahan jalan, semangat itu bisa saja padam seketika.

 

Padahal, berbisnis merupakan perjalanan panjang tanpa henti di berbagai macam tujuan. Agar perjalanan panjang tersebut tidak terasa, nikmati saja proses perjalanan itu hingga sampai ke tujuan pertama, lalu beristirahat untuk menuju ke tujuan selanjutnya dan seterusnya.

 

Agar Anda lebih memahami “medan perang” yang akan dilalui dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi saat menjalakan bisnis, tidak ada salahnya untuk mengenali tahap-tahap perkembangan dalam sebuah bisnis. Mari simak ulasan berikut:

1. Tahap pengembangan ide

Kredivo
Kredivo Tahap Pengembangan Ide (Katadata)

 

Tahap pertama yang akan Anda lalui ketika ingin menjalakan bisnis adalah mengembangkan ide. Biasanya ide awal muncul dari hal yang umum, sederhana serta bersangkutan dengan kebutuhan masyarakat luas. Agar lebih matang lagi, ide bisnis juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

  • Apakah ide/konsep ini menjawab permasalahan dan kebutuhan di pasar?
  • Akankah ide/konsep ini diterima di pasar?
  • Bagaimana struktur bisnis yang diperlukan untuk mendukung ide/konsep ini?
  • Apakah ide/konsep ini akan menghasilkan keuntungan bagi saya?

 

Selain itu, dalam tahap pengembangan ini disarankan Anda untuk meminta nasihat atau insights dari orang-orang yang Anda percaya. Baik itu teman, keluarga, mentor, atau konsultan profesional. Pada tahap ini seringkali idealisme seorang pebisnis terbentur dengan kondisi nyata di lapangan. Tentunya ini tahap penting untuk menyempurnakan ide bisnis Anda.

2. Tahap startup

Kredivo
Kredivo Tahap Startup (Katadata)

 

Dalam tahap ini, para pebisnis sedang mencari modal untuk menjalani usahanya. Bicara soal modal, sekarang sudah ada pinjaman tunai yang bisa Anda dapatkan secara online. Lembaga pinjaman tunai yang tepercaya dan sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) salah satunya adalah Kredivo. Dengan bunga yang lebih rendah dibanding pesaing, hanya 2,6 persen per bulan, Anda bisa mendapatkan pinjaman tunai untuk modal bisnis hingga Rp30 juta. Tenornya juga beragam, mulai 1 bulan, 3 bulan hingga 30 bulan.

 

Selain itu, dalam tahap ini para pebisnis juga sedang menjalani proses trial & error, masih meraba-raba atau beradaptasi dengan pasar yang sudah ada. Tak jarang para pebisnis merombak produk yang diberikan bahkan merombak konsep bisnisnya. Terkadang banyak yang menganggap perombakan ini awal kegagalan, tapi kenyataannya tidaklah demikian.

 

Bila Anda menjalankan sebuah bisnis secara fleksibel dan bisa beradaptasi, pada tahap ini perubahan cepat akan sering terjadi demi mengejar kesempurnaan produk. Alhasil jika Anda tidak mampu untuk tetap cekatan dalam meresponnya maka bisnis Anda akan sulit untuk bertahan.

3. Tahap pertumbuhan bisnis

Kredivo
Kredivo Tahap Pertumbuhan Bisnis (Katadata)

 

Pada tahap pertumbuhan bisnis, biasanya bisnis Anda sudah diterima oleh masyarakat, karena Anda memiliki strong point dalam produk yang menghasilkan peningkatan penjualan serta peningkatan jumlah pelanggan. Oleh karenanya, konsisten menjaga kepuasan pelanggan tetap, mengelola pendapatan perusahaan dengan baik serta memastikan perusahaan berjalan dengan efektif dan efisien adalah pekerjaan sehari-hari Anda.

 

Jangan berhenti sampai di sini, Anda tetap harus beradaptasi dengan cakupan pasar yang lebih luas lagi. Selain itu, Anda juga harus lebih memperhatikan kompetitor baik yang sudah lama berkecimpung di bidang usaha tersebut, maupun kompetitor baru. Tujuannya untuk menghasilkan ide-ide baru untuk memenangkan kompetisi dalam berbisnis.

4. Tahap ekspansi

Kredivo Tahap Ekspansi
Kredivo Tahap Ekspansi (Katadata)

 

Bisa dibilang, tahap ekspansi merupakan sebuah kontradiksi. Jika kita menjalani ini dengan baik, maka bisnis Anda akan meraup pangsa pasar yang lebih besar dan menciptakan arus pendapatan baru. Namun, momen ini juga paling berisiko dalam siklus kehidupan sebuah perusahaan. Bila Anda tidak menjalani dengan baik maka kerugian besar juga akan menimpa bisnis Anda.

 

Namun Anda bisa memilih risiko yang lebih rendah dengan pilihan ekspansi bisnis yang sudah ada dibandingkan membuka unit bisnis baru. Sebab, Anda kini memiliki cukup pengalaman, kemampuan, dan pengetahuan untuk itu. Mungkin Anda bisa fokus untuk mengembangkan produk baru untuk menyasar pasar dan target konsumen yang baru.

5. Tahap maturity

Kredivo Tahap Maturity
Kredivo Tahap Maturity (Katadata)

 

Ini adalah tahap Anda sudah menikmati hasil dari empat tahap sebelumnya, sehingga pertumbuhan bisnis stabil, tidak naik secepat dulu, tapi tidak juga turun drastis. Namun, hal yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana cara mempertahankan bisnis ini dan sampai kapan bisnis ini akan tetap bertahan? Bisnis itu dinamis. Produk yang diminati sekarang belum tentu tetap diminati besok.

 

Selain itu Anda juga bisa membangun unit bisnis baru dengan produk yang lebih beradaptasi dengan pasar yang lebih luas lagi dari sebelumnya. Atau Anda bisa menjual perusahaan tersebut kepada siapa pun yang menginginkannya. Praktik menjual ini tidak sepenuhnya salah, justru banyak pendiri startup dan joint ventures yang menjual perusahaanya sebagai tujuan akhir dari kerja keras mereka, mengingat mereka mendapatkan keuntungan melimpah dari equity yang dimiliki.

Penulis: Tim Publikasi Katadata

Video Pilihan

Artikel Terkait