Sumatera Selatan Bermigrasi Ke TV Digital Agustus Tahun Depan

Setiap orang bisa menikmati tayangan TV Digital, yang berteknologi bersih dan canggih
Image title
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Publikasi Katadata
27 September 2021, 15:48
Kominfo #2
Katadata
Direktur Jenderal PPI Kemenkominfo Ismail saat berbicara dalam talkshow virtual berjudul Sumatera Selatan Siap Analog Switch Off (ASO) pada Kamis (23/9/2021). Sumatera Selatan bersiap untuk sepenuhnya berpindah ke TV Digital pada 25 Agustus 2022. (Courtesy of Kemenkominfo)

Jakarta-Dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 11/ 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kominfo No 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran, ada tiga tahapan jadwal penghentian siaran TV Analog. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap terakhir 2 November 2022. 

Terkait hal ini, Provinsi Sumatera Selatan sepenuhnya akan bermigrasi ke TV digital pada 25 Agustus 2022. Hal itu dijelaskan Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Ismail dalam talk show bertema “Sumatera Selatan Siap Analog Switch Off (ASO)”. Kamis, (23/09/2021). 

“Pada 25 Agustus 2022 semua wilayah Sumatera Selatan sudah akan pindah, jadi bukan 2 November 2022. Agak cepat ini. Sekarang sudah berjalan simulcast, artinya siaran TV Analog masih tersedia walaupun siaran TV Digital sudah berjalan. Nantinya siaran TV Analog berhenti, yang ada siaran TV digitalnya saja,” ujar Ismail.

Lebih lanjut Ismail menyatakan bahwa tahapan penghentian siaran TV Analog di wilayah layanan yang ada di Sumatera Selatan, ada dua tahap. Tahap 1 yaitu 30 April 2022 mencakup Sumatera Selatan 1(Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang). 

Tahap kedua yaitu 25 Agustus 2022 mencakup Sumatera Selatan 2(Kabupaten Musi Banyuasin), Sumatera Selatan 3 (Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Lubuk Linggau), Sumatera Selatan 4 (Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Prabumulih), Sumatera Selatan 5 (Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam), dan Sumatera Selatan 6 (Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur).

Kementerian Kominfo mengajak masyarakat melakukan pengecekan pesawat televisi di rumah masing-masing. “Sekarang pun sudah bisa melihat siaran TV Digital. Silakan coba sekarang. Cek TVnya masing-masing. TV yang sudah bisa menangkap siaran DVBT2 atau bukan? Ada TV yang layarnya digital, seperti digital, tetapi belum ada alat untuk menangkap siaran DVBT2. Kalau sudah ada DVBT2 tinggal di scan ulang,” pesan Ismail pada masyarakat Sumatera Selatan.  

Bila pesawat televisi belum ada alat penangkap DVBT2, perlu alat tambahan Set Top Box (STB). “Kalau sudah beli sekarang, sudah bisa nonton siaran TV Digital apapun TVnya. Bahkan TV tabung yang lama dan kuno itu bisa kalau sudah ditambahkan alat STB itu,” lanjut Ismail. 

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah menyediakan bantuan STB. “Kita akan koordinasi dengan Kementerian Sosial, data dari sana, yang biasa mendapatkan BLT dan punya TV yang akan diberikan bantuan STB. Yang penting sekarang kita sosialisasikan tidak ada lagi keraguan dengan TV Digital ini. Sekarang TV Digital sudah bersiaran di Sumatera Selatan.” 

Peralihan ke TV Digital ini mendapatkan dukungan positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan siap mendukung penuh program pemerintah ini. Menurutnya, salah satu manfaat yang bisa dirasakan masyarakat adalah pemerataan informasi.

“Setiap orang bisa menikmati tayangan TV digital dengan teknologi yang bersih dan canggih. Dengan begitu akan terjadi pemerataan kualitas siaran berkualitas di seluruh daerah di dalam negeri. Masyarakat di pelosok dapat mengakses siaran televisi yang diakses masyarakat kota,” kata Herman.

Informasi penting tentang peralihan ke siaran TV Digital ini perlu disebarluaskan ke masyarakat, khususnya bahwa TV Digital itu gratis, tidak perlu membayar untuk menontonnya, tidak perlu berlangganan atau membeli pulsa juga.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait