Pendidikan bagi Guru Daerah Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Banyak guru, terutama di daerah belum memiliki kemampuan literasi digital yang memadai
Padjar Iswara
Oleh Padjar Iswara - Tim Publikasi Katadata
26 Desember 2021, 19:10
Telkom University
Katadata

Telkom University bekerja sama dengan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI DD) mengadakan program Pendidikan Literasi Digital untuk Guru. Program ini bertujuan untuk mendorong literasi digital di daerah  tertinggal, terdepan dan terluar (3 T) di Indonesia.

Pengguna internet di Indonesia terus meningkat.  Berdasarkan laporan Survei Internet APJII,  pada  kuartal II-2020 kenaikan pengguna internet mencapai 8,9 persen (25,5 juta orang) dari tahun sebelumnya.

Padahal kenaikan populasi Indonesia hanya sebesar 1,03 persen pada periode yang sama. Dengan begitu, penetrasi internet di Indonesia sebesar 73,7 persen atau mencapai 196,7 juta penduduk dari seluruh populasi Indonesia sebanyak 267 juta orang. 

Sayangnya, penetrasi internet di Indonesia tidak diimbangi dengan tingginya indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Development Index). Indonesia menempati posisi 114 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India. Salah satu subindeks ICT Development yang memiliki skor paling rendah adalah keahlian digital (BPS, 2019).

Masalah ini menimbulkan berbagai efek negatif seperti penyebaran hoax yang masif, plagiarisme, cyberbullying, sampai dengan penipuan. Masyarakat yang tinggal di daerah 3T lebih rentan terkena efek negatif karena kurangnya akses kebaruan ilmu, minimnya paparan fungsi edukasi, informasi, dan transformasi budaya positif.  Padahal penyebaran media digital terus melesak ke hampir seluruh pelosok Tanah Air.

Pembekalan pengetahuan literasi digital ke masyarakat di daerah 3T merupakan salah satu cara untuk mengatasi efek negatif dari media digital. Berdasarkan hal tersebut, guru di wilayah-wilayah 3T memiliki peran penting sebagai tenaga pendidik untuk memberikan pengetahuan literasi digital kepada siswa-siswanya yang merupakan calon penerus bangsa.

Permasalahannya, guru-guru tersebut belum memiliki kemampuan literasi digital yang memadai. Itulah sebabnya tim pengabdian masyarakat Telkom University yang terdiri atas dosen-dosen Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI DD) mengadakan program Pendidikan Literasi Digital untuk Guru.

Sejauh ini SGI DD telah memiliki guru binaan sebanyak 7.000 orang dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Mitra sasar program ini guru-guru binaan SGI DD korwil Sumatera Selatan.

Setelah melewati program yang intensif selama empat bulan dari Agustus sampai November 2021, dampak kemampuan literasi digital peserta meningkat cukup signifikan. Berdasarkan hasil FGD, ditemukan bahwa guru memiliki kemampuan kritis yang lebih baik dalam memandang, memilih, dan memilah konten di media digital setelah program Pendidikan Guru Literasi Digital.

Salah satu peserta, Asep Irama  mengaku setelah menjalani program pendidikan  tersebut sekarang ia tidak langsung membagikan berita yang didapat di media sosial.  “Saya cek dulu kebenarannya. Selain itu, saya juga tidak memandang games online sebagai sesuatu yang negatif. Sekarang saya menyadari bahwa banyak yang bisa dipelajari dari game-game tersebut,”  ujarnya.

Berbeda lagi dengan R.A. Mustika, peserta lainnya. Ia sempat khawatir akan masa depan profesi guru, mengingat materi pembelajaran kini tersedia dalam rimba internet. Tapi setelah menyadari bahwa transfer nilai yang dilakukan guru terhadap siswanya tak bisa digantikan oleh konten-konten digital, ia tak lagi cemas. Hal ini menggambarkan bahwa kecemasan terhadap dunia digital berkurang jika kita memahaminya.

Dampak yang cukup signifikan dari program ini membuatnya terpilih sebagai salah satu program pengabdian masyarakat yang mendapat bantuan pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS dari Dikti.

Bantuan ini merupakan bagian dari MBKM yang memiliki fungsi sebagai sarana bagi sivitas akademika untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilannya. Karena itulah, program pendidikan ini berlanjut dengan Praktik Literasi Digital: Pembuatan Media Pembelajaran Digital Podcast Uuntuk Guru yang berlangsung pada 21 Desember 2021.

Mitra sasarnya masih sama, yaitu para guru SGI DD Sumatera Selatan. Program lanjutan tersebut berupa pelatihan membuat konten bahan ajar dengan media podcast. Para guru diminta untuk membuat bahan ajar yang menarik sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, kemudian menceritakannya di podcast.

“Kami berharap para guru dapat dapat meneruskan program podcast ini sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didik,” kata  Clara Novita Anggraini, ketua tim pengabdian masyarakat Ilmu Komunikasi Telkom University.

Clara berharap praktik pembuatan podcast dapat mengenalkan lebih lanjut mengenai fungsi positif dari media digital.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait