UMKM Semakin Tangguh, Fundamental BRI Semakin Kuat

Fundamental BRI yang semakin kuat dibutuhkan menghadapi situasi yang masih menantang
Padjar Iswara
Oleh Padjar Iswara - Tim Riset dan Publikasi
27 April 2022, 20:58
Fundamental BRI tangguh
BRI
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI mencatatkan kinerja keuangan solid pada tiga bulan pertama tahun ini.

Hal tersebut sejalan dengan pulihnya UMKM dan sesuai dengan hasil survei aktivitas bisnis UMKM pada kuartal I-2022. Dalam survei tersebut mengindikasikan kegiatan usaha UMKM semakin pulih dibandingkan kuartal sebelumnya. Pemulihan ini tergambar pada Indeks Bisnis (IB) UMKM BRI kuartal I-2022 yang naik dari level 104,1 ke level 104,6.

Kinerja positif BRI digambarkan dari capaian laba yang mencapai Rp12,22 triliun atau bertumbuh 78,13 persen secara year on year (YoY). Di samping profitabilitas yang semakin baik, fundamental bisnis BRI juga semakin kuat, khususnya dalam menghadapi situasi yang masih menantang.

Pertumbuhan profitabilitas yang signifikan BRI ini juga diimbangi dari aspek manajemen risiko perseroan yang semakin kuat untuk menghadapi risiko ketidakpastian perekonomian ke depan yang disebabkan adanya perang Rusia-Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed.

Hal tersebut tercermin dari Non Performing Loan (NPL) Coverage yang meningkat dari 231,17 persen pada Maret 2021 menjadi 276 persen pada Maret 2022.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengungkapkan di samping pertumbuhan laba BRI yang signifikan, fundamental BRI juga semakin sehat dan kuat dengan meningkatkan pencadangan yang cukup.

Tidak hanya itu, BRI juga mampu menekan NPL turun menjadi 3,09 persen per akhir Maret 2022 atau turun 21 basis poin (bps) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di samping itu, sustainability pertumbuhan bisnis BRI juga dapat terjaga dengan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri perbankan nasional. Penyaluran kredit BRI mampu tumbuh 7,43 persen YoY menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun.

“Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I 2022 sebesar 6,65 persen”, ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi struktur liabilitas, BRI juga semakin efisien dalam menjalankan operasional bisnisnya.

Hal ini tidak lepas dari keberhasilan perseroan meningkatkan proporsi dana murah (CASA) dalam komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI dan secara YoY meningkat sebesar 15,99 persen. Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 30,86 persen dan Tabungan tumbuh 10,17 persen. Secara umum, saat ini proporsi CASA BRI tercatat 63,63 persen, meningkat dibandingkan dengan CASA pada kuartal I tahun lalu sebesar 58,91 persen.

Hal ini mendorong penurunan Cost of Fund (CoF) BRI yang menyentuh level 1,97 persen atau turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,40 persen.

Selain efisiensi dari sisi biaya dana, BRI juga mencatatkan perbaikan untuk rasio efisiensi Perusahaan yaitu Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang turun dari 78,41 persen pada kuartal I-2021 menjadi 69,34 persen pada kuartal I-2022.

“Semangat efisiensi diiringi peningkatan produktivitas merupakan salah satu hasil dari keberhasilan transformasi digital, membaiknya rasio kredit bermasalah,  serta keberhasilan menjaga dana murah pada tubuh perseroan,” kata Viviana.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait