160 Triliun Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan dan Lebaran

Image title
Oleh Widyanita
22 Juni 2016, 16:59

Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H/2016 M mencapai Rp 160,4 triliun. Proyeksi ini naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 140 triliun. Beberapa faktor memengaruhi prediksi kenaikan outflow tersebut, yaitu pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi PNS/TNI/Polri, jumlah hari libur yang lebih panjang, pelaksanaan libur Lebaran yang bertepatan dengan liburan sekolah, dan penambahan titik dan frekuensi penukaran oleh Bank Indonesia maupun Perbankan.   

(Baca: Menkeu dan BI: Gaji ke-13 dan 14 PNS Dorong Konsumsi Kuartal III)

Persedian uang yang dilakukan Bank Indonesia akan mencukupi proyeksi kebutuhan uang untuk untuk periode Ramadhan dan Lebaran 2016, baik dari sisi total maupun jumlah per pecahan. Tahun ini outflow diperkirakan akan tetap didominasi oleh pecahan uang besar  Rp 20.000 ke atas. Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kebutuhan uang tertinggi secara nasional sebesar 33%.

(Baca: BI Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat)

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai pada saat Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H/2016 M, Bank Indonesia mengoptimalisasi distribusi dan persediaan di kantor pusat dan perwakilan di daerah. Selain itu untuk menghadapi lonjakan transaksi tunai, Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan dan pihak terkait untuk menambah titik/loket penukaran uang pecahan kecil. Penyediaan kegiatan layanan kas keliling di pasar-pasar dan tempat keramaian masyarakat juga dilakukan untuk mengakomodir keperluan masyarakat akan uang tunai.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.