Menyelamatkan UMKM Melalui E-Commerce B2B Saat Pandemi

E-commerce B2B bisa menjadi salah satu platform bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan menjaga agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
8 September 2020, 11:41

Pandemi Covid-19 memukul penjualan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Omzet para UMKM berkurang sehingga mengakibatkan penurunan pendapatan sektor tersebut. Pada krisis 1998, sektor UMKM menjadi penyelamat perekonomian. Namun, kali ini pada krisis akibat pandemi Corona, sektor UMKM justru menjadi sektor yang paling rentan.

Survei Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan sebanyak 63,9 persen UMKM mengalami penurunan penjualan sebesar 30 persen. Survei yang dilakukan pada Juni 2020 ini dilakukan terhadap 206 responden pemilik UMKM.

UMKM perlu melakukan digitalisasi untuk mendongkrak penjualan di masa pandemic Covid ini. Salah satunya melalui platform e-commerce B2B. Di Indonesia, potensi pasar sektor ini bisa mencapai US$21,33 miliar pada 2030 berdasarkan laporan EigenRe.

Menurut survei Daily Social pada 2018, terdapat beberapa pemain utama e-commerce B2B di Indonesia di antaranya Bhinneka.com dengan popularitas sebesar 32,7 persen. Adapun posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Mbiz dan Ralali.com dengan skor yang sama, yakni 26,75 persen.

Salah satu E-commerce B2B yang memiliki program untuk mendukung UMKM saat pandemi adalah Bhinneka.com melalui gerakan #BangkitLagi. Bhinneka.com juga membantu memperluas pasar UMKM melalui kanal omnichannel hingga bantuan pendanaan yang mencapai Rp2 miliar. Selain itu juga bantuan teknologi Crinoid bagi UMKM yang menggunakan platform Bhinneka.com untuk mengatur stok, harga, hingga promo dengan gratis biaya instalasi senilai Rp3,5 juta.

Penulis: Arofatin Maulina Ulfa