Bantuan Sosial untuk Pembangunan Berkelanjutan

Untuk membantu rumah tangga miskin dan rentan dari dampak adanya pandemi Covid-19, pemerintah mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos).
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
23 Oktober 2020, 18:50

Pemerintah mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu rumah tangga miskin agar dapat bertahan menghadapi dinamika pandemi Covid-19. Pemanfaatan dana bansos diupayakan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dana perlindungan sosial yang digelontorkan pemerintah senilai Rp37,4 triliun untuk 10 juta keluarga miskin yang tercakup di dalam Program Keluarga Harapan. Sementara itu, untuk BLT Dana Desa bagi masyarakat terdampak pandemi jumlahnya sebanya Rp 31,8 triliun.

Guna memastikan pemanfaatan bansos selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan, perlu ada persyaratan tambahan, di antaranya penerima bukan pelaku illegal fishing maupun illegal logging, melakukan pengelolaan sampah secara sustain, memastikan anak-anak bersekolah, serta melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan baik.

Implementasi penyaluran bansos tersebut bukan tanpa tantangan. LPEM FEB Universitas Indonesia menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu dicermati misalnya validitas data penerima bantuan, periode pandemi yang panjang, serta akurasi pemantauan dan evaluasi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.