Inclusive Closed Loop: Optimisme Baru Ketahanan Pangan Nasional

Closed Loop menjadi sistem inklusif terintegrasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan.
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
13 November 2020, 20:06

Sistem Inclusive Closed Loop atau rantai pasok terintegrasi awalnya diterapkan pada budidaya komoditas sawit. Melalui wawancara khususnya dengan Katadata, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Agribisnis Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja optimis sistem ini akan berhasil ketika diduplikasi oleh sektor lain.

Sistem ini mencakup keseluruhan proses bisnis dari hulu hingga hilir. Terdapat lima unsur kunci untuk mewujudkan keberhasilannya. Kelima unsur ini mencakup fasilitasi produksi, peningkatan sumber daya manusia (SDM), permudah akses pasar, dan pendanaan. Saat ini Kadin telah melakukan pilot model Close Loop petani cabai di Kabupaten Garut.

Model ini pun melibatkan beragam aktor kunci dari pemerintah pusat dan daerah, kelompok tani, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga perguruan tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan penciptaan ekosistem iklim investasi ketahanan pangan yang kompetitif di tengah pemulihan pascapandemi.