Petani Muda Harapan Baru Sektor Pertanian

Anak muda berkontribusi menghadirkan pertanian berkelanjutan dengan penggunaan teknologi.
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
17 November 2020, 19:07

Saat ini profesi petani masih didominasi oleh usia 45 tahun ke atas, persentasenya mencapai 28,2 persen. Sebagai negara penghasil komoditas agrikultur terbesar, Indonesia justru minim petani dengan usia muda (10,6 persen). Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah, termasuk para pemangku kepentingan di sektor pertanian. Pasalnya, untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan kompetitif, peran anak muda harus hadir.

Meski belum mendominasi, beberapa di antaranya sudah banyak yang memiliki kesadaran untuk memperkuat sektor pertanian. Berkat para anak muda tersebut, proses dari hulu ke hilir sukses dikawinkan dengan teknologi sehingga memungkinkan adanya pemberdayaan untuk para petani dan peningkatan kesejahteraan.

Strateginya dengan digitalisasi pertanian. Tak hanya pada proses distribusi komoditas, kegiatan dari proses produksi pun harus bertransformasi. Hal ini ke depannya akan melahirkan kualitas yang baik dari perhitungan pengelolaan yang tepat. Upaya positif ini diharapkan dapat dijadikan contoh bagi para petani muda yang akan berinovasi ke depannya.