Deforestasi dan Bencana di Provinsi Penyelenggara Pilkada

Deforestasi di lima provinsi penyelenggara pilkada menyebabkan terjadinya berbagai bencana alam
Image title
Oleh Melati Kristina Andriarsi - Tim Riset dan Publikasi
25 November 2020, 14:28

Deforestasi mengancam hutan alam di lima provinsi penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada). Deforestasi bruto di Kalimantan Tengah seluas 1,4 juta hektar (ha) merupakan yang tertinggi selama periode 2003-2018. Sementara di Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Barat, deforestasi bruto mencapai 844 ribu ha, 590 ribu ha, 562 ribu ha, dan 274 ribu ha. Deforestasi bruto merupakan gabungan deforestasi hutan alam dan hutan tanaman di provinsi tersebut.

Kerusakan hutan kemudian menimbulkan berbagai bencana alam di wilayah terdeforestasi. Berdasarkan Kajian Madani Berkelanjutan, provinsi penyelenggara pilkada dengan hutan alam yang terdeforestasi rentan terhadap kejadian bencana alam seperti banjir, longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebagai provinsi dengan angka deforestasi tertinggi, Kalimantan Tengah dilanda bencana banjir 107 kali dan longsor 11 kejadian dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, di provinsi tersebut juga terjadi kebakaran hutan sebanyak 69 kejadian. Selain menimbulkan bencana, kerusakan hutan juga berimplikasi pada menurunnya kualitas oksigen, terganggunya siklus air, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.