Pemulihan UMKM melalui Kerja Sama Ekonomi Digital

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan gaya hidup yang berlandaskan pada kemajuan teknologi. Dampak pembatasan sosial telah mengubah kebiasaan sebagian masyarakat dalam berbelanja.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Riset dan Publikasi
30 Desember 2020, 10:00

Dalam masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, pemerintah berharap pemulihan ekonomi diharapkan terjadi melalui dorongan ekosistem digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, menyebutkan sejak pandemi COVID-19, penjualan online melalui e-commerce naik 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari (data McKinsey, Juni 2020). Meski demikian, pemerintah mencatat bahwa kehadiran UMKM dalam platform digital hanya delapan juta UMKM atau hanya 13 persen dari total populasi UMKM.

Kementerian Koperasi dan UKM menggaet sejumlah e-commerce, untuk melatih dan membimbing usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hingga akhir 2020 Kemenkop UKM menargetkan 10 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform marketplace.

Untuk mendorong agar UMKM lebih banyak yang masuk ke dalam ekosistem digital, pemerintah mengkampanyekan “Go Digital” bagi UMKM sebagai salah satu upaya percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kerja sama dengan e-commerce ternama dilakukan sebagai salah satu strategi untuk menyerap produk UMKM.

Melalui program ini, pemerintah telah menggelontorkan Rp123,46 triliun sebagai bagian dari intervensi pemerintah memperkuat permodalan UMKM.

Beberapa e-commerce ternama yang bekerja sama dalam program ‘Go Digital’:

1. Gojek

Gojek telah menggandeng lebih dari 120 ribu UMKM baru dalam empat bulan terakhir atau selama pandemi COVID-19. Untuk mendorong lebih banyak UMKM go-digital, perusahaan pun meluncurkan platform khusus UMKM agar bisnis mereka bisa 'naik kelas'.

- Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI): Sekitar 94 persen dari UMKM yang beralih go digitaldan bergabung ke dalam ekosistem Gojek di tengah pandemi adalah usaha mikro.

- 43 persen dari UMKM yang bergabung adalah pengusaha pemula.  Riset LD FEB UI juga menunjukkan, kontribusi mitra Gojek di semua layanan terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 104,6 triliun pada tahun lalu. Nilainya setara 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

2.  Qasir.id menyediakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan UMKM secara gratis tanpa ada jangka waktu tertentu.