Mengintegrasikan Jelantah dalam Peta Jalan Biodiesel Berkelanjutan

Biodiesel minyak jelantah perlu didukung dalam peta jalan biodiesel berkelanjutan.
Image title
Oleh Melati Kristina Andriarsi - Tim Riset dan Publikasi
7 Januari 2021, 20:05

Biodiesel minyak jelantah berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi yang besar. Pemanfaatan biodiesel minyak jelantah dapat menghemat Rp3,6 triliun biaya subsidi biodiesel. Selain itu, dapat menghemat anggaran program biodiesel sebesar Rp345 miliar/tahun dan menghemat produksi 35 persen dibanding biodiesel dari CPO biasa.

Potensi ekonomi tersebut bisa menjadi pertimbangan agar biodiesel minyak jelantah didorong pengintegrasiannya dalam peta jalan biodiesel berkelanjutan. Integrasi biodiesel dapat dicapai dengan mengkampanyekan pengumpulan jelantah serta memasukkan biodiesel jelantah dalam mandatori program B20-B50.

Guna mendukung biodiesel minyak jelantah berkelanjutan, masyarakat dapat mengumpulkan minyak jelantah di tingkat rumah tangga ke pengepul. Bila sudah terkumpul, minyak jelantah tersebut akan diproduksi dan diproses ke pencampuran sebelum akhirnya didistribusikan dan digunakan menjadi biodiesel.