Profit BUMN Meroket

Efisiensi dan perbaikan model bisnis mendorong lonjakan laba bersih BUMN sampai 592,3%.
Image title
20 Mei 2022, 08:45

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan kinerja positif sepanjang 2021 kendati perekonomian nasional masih belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. Kondisi itu salah satunya ditunjukkan oleh nilai laba bersih yang melonjak hampir tujuh kali lipat tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, laba bersih Rp13 triliun pada 2020 naik drastis menjadi Rp90 triliun pada 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, realisasi profit tersebut tidak lepas dari efisiensi dan perbaikan model bisnis yang dilakukan oleh perushaan-perushaan pelat merah dalam beberapa waktu terakhir.

Melihat kontribusinya, sejumlah sektor berkontribusi dan mencatatkan capain signifikan. Dari sektor jasa keuangan misalnya menorehkan kenaikan laba sekitar 72 persen, sekaligus menjadi sektor penyumbang keuntungan terbesar, yaitu sebesar Rp 75 triliun. BRI, Bank Mandiri, BNI, dan Bank Syariah Indonesia masing-masing mencatatkan profit Rp32,2 triliun, Rp28 triliun, Rp10,9 triliun, dan Rp3 triliun.

Sektor lain, seperti telkomunikasi berkontribusi terhadap laba bersih sebesar Rp34 triliun. Sementara sektor tambang mencatatkan pertumbuhan laba paling tinggi dari Rp2 triliun pada 2020 menjadi sekitar Rp14 triliun atau naik sekitar 7 kali lipat.

(Tim Riset Katadata)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.