Wilmar Gunakan Kapal Sawit untuk Angkut Masker dari Tiongkok

Wilmar juga mengubah lini produksinya untuk menghasilkan sabun cair dan hand sanitizer.
Pingit Aria
29 Maret 2020, 09:00
Seorang warga memakai masker sebagai alat pelindung diri dari wabah virus Corona (COVID-19) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (27/3/2020).
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Seorang warga memakai masker sebagai alat pelindung diri dari wabah virus Corona (COVID-19) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (27/3/2020).

Meluasnya penyebaran virus corona membuat beberapa perusahaan turun tangan. Wilmar misalnya, menggunakan Kapal sawitnya untuk mengangkut Alat Pelindung Diri (APD), termasuk masker dari Tiongkok.

Wilmar melalui program Wilmar Peduli menyumbang US$ 1 juta untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona. Dana setara Rp 16 miliar tersebut diperuntukkan bagi penyediaan test kit, dan masker.

Perusahaan agribisnis tersebut juga mengubah salah satu jalur produksi pabriknya untuk memproduksi hand sanitizer dan sabun tangan cair untuk disumbangkan. “Kami sangat prihatin dengan situasi saat ini dan ingin membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi beban mereka selama periode yang sulit ini,” kata Country Head Wilmar Indonesia Darwin Indigo melalui keterangan resmi, Minggu (29/3).

Dia menjelaskan, lockdown di sebagian besar wilayah di dunia mengakibatkan berbagai pihak kesulitan mencari dan mengirimkan alat pelindung diri (APD). Terkait hal itu, pihaknya telah mendedikasikan beberapa kapal minyak sawitnya yang kembali dari Tiongkok untuk mengangkut APD, salah satunya masker.

Advertisement

(Baca: Korporasi Besar Himpun Donasi Rp 500 Miliar untuk Atasi Pandemi Corona)

“Ini adalah situasi yang luar biasa, kami mencari semua jalan yang mungkin dan salah satu cara tercepat adalah dengan menggunakan kapal kami yang akan kembali dari Tiongkok untuk membawa kembali barang-barang penting itu,” kata Darwin.

Wilmar juga mengubah lini produksinya untuk memproduksi sabun tangan cair dan hand sanitizer. Hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan tersebut di tengah kelangkaan barang saat ini.

“Biasanya, kami tidak memproduksi hand sanitizer dan sabun cair di pabrik kami, namun karena persediaan barang-barang itu menjadi langka, kami telah memutuskan untuk mengubah jalur produksi kami, dan sekarang kami dapat memproduksi barang-barang tersebut, dan kami akan menyumbangkan semua produk itu," ujar dia.

Sumbangan itu akan didistribusikan melalui instansi pemerintah pusat dan daerah. Cara itu dinilai paling efektif dalam pendistribusian bantuan.

(Baca: Biodiesel RI Dikenakan Bea Masuk, Luhut Genjot Serapan Dalam Negeri)

Darwin mengatakan, salah satu bagian terburuk dari kondisi saat ini adalah dampak pada ekonomi. Wilmar melalui Wilmar Peduli bersama peemrintah daerah juga akan mendistribusikan bahan pokok kepada masyarakat miskin.

Selama periode ini, sangat penting bagi semua pihak untuk saling menguatkan dan membantu. Wilmar akan terus memantau perkembangan situasi, dan siap mengalokasikan dana yang sama dan melakukan hal serupa pada semester kedua tahun ini. "Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk melewati kondisi suram ini," kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait