Profil Angkie Yudistia, Tunarungu Yang Jadi Staf Khusus Jokowi

Angkie Yudistia merupakan pendiri Thisable, startup yang punya visi membantu para difable masuk dunia kerja.
Pingit Aria
22 November 2019, 18:00
Angkie Yudistia (32 tahun) menjadi salah satu staf khusus yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada Kamis (21/11).
Instagram/@angkie.yudistia
Angkie Yudistia (32 tahun) menjadi salah satu staf khusus yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada Kamis (21/11).

Angkie Yudistia (32 tahun) menjadi salah satu staf khusus yang diumumkan Presiden Joko Widodo. Ia merupakan satu dari tujuh sosok milenial yang akan mendampingi tugas Presiden hingga lima tahun ke depan.

"Angkie Yudistia, usia 32 tahun adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur," kata Presiden Jokowi ketika mengenalkan staf khusus barunya pada Kamis (21/11).

Dalam perkenalan itu, Jokowi menyebut Angkie adalah anak muda yang aktif di organisasi, baik di dalam nengeri maupun internasional. "Saya minta Angkie juga menjadi Juru Bicara Presiden bidang sosial," ujar Jokowi.

Angkie yang juga anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini memang dikenal sebagai perempuan muda yang menginspirasi. Keterbatasan yang dimiliki tak menghalanginya meraih segudang prestasi.

Advertisement

(Baca: 7 Staf Khusus dari Kalangan Milenial, Jokowi Sebut Butuh Gagasan Segar)

Angkie lahir di Medan pada 5 Mei 1987, pendengarannya mulai menghilang saat perempuan berhijab itu menginjak usia 10 tahun. Kejadian itu sempat membuatnya kehilangan percaya diri. Namun, dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, terutama sang ibu, secara perlahan berhasil membangkitkan semangatnya.

Putri pasangan Hadi Sanjoto dan Indiarty Kaharman ini berhasil meraih gelar master di London School of Public Relations Jakarta. Kegemarannya menulis membuat Angkie menelurkan beberapa buku.

Pada tahun 2011, dia merilis buku berjudul "Perempuan Tunarungu Menembus Batas." Buku keduanya yang berjudul "Setinggi Langit" terbit dua tahun kemudian. Di tahun 2019, Angkie meluncurkan buku ketiganya berjudul "Become Rich as Sociopreneur".

Sempat bekerja di beberapa perusahaan besar seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara, Angkie kemudian mendirikan Thisable Enterprise pada 2011. Lembaga itu bertujuan untuk memberdayakan kelompok disabilitas agar memiliki keterampilan, dan menyalurkannya ke dunia kerja.

(Baca: Thisable, Startup yang Bantu Difabel Masuk Dunia Kerja)

Thisable Enterprise kini telah berkembang menjadi sebuah grup yang membawahi Thisable foundation, Thisable Recruitment, serta Thisable Digital. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Angkie menyediakan pelatihan bagi penderita disabilitas agar dapat bekerja secara profesional.

Pada 2017 lalu, perusahaan tersebut menggandeng Go-Jek sebagai mitra bisnis. Para penyandang disabilitas di bawah naungan Thisable Enterprise kemudian disalurkan untuk menjadi tenaga pekerja pada sejumlah layanan Go-Jek, seperti Go-Massage, Go-Clean, Go-auto, maupun Go-Glam.

Thisable Enterprise juga diketahui mengeluarkan sejumlah produk retail, khususnya di bidang perawatan tubuh, seperti sabun dan kosmetik kecantikan.

Angkie pun bersyukur atas kesempatan untuk membantu Jokowi mewujudkan misi menuju Indonesia inklusif yang lebih ramah disabilitas. "Sudah waktunya disabilitas bukan kelompok minoritas tetapi dianggap setara," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait